Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Amran Ungkap Rahasia Kebangkitan Pertanian Indonesia

Penulis : Rama Sukarta
30 Mei 2025 | 21:43 WIB
BAGIKAN
Di tengah capaian bersejarah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menembus angka 4 juta ton, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar syukuran pengajian dan doa bersama di kediaman pribadinya, Jumat (30/5/2025). (Foto: Istimewa)
Di tengah capaian bersejarah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menembus angka 4 juta ton, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar syukuran pengajian dan doa bersama di kediaman pribadinya, Jumat (30/5/2025). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku sedang bahagia karena cadangan beras pemerintah (CBP) resmi tembus 4 juta ton pada Kamis (29/5/2025). Terkait rekor ini, Mentan Amran mengungkap rahasia kebangkitan pertanian Indonesia.

Amran menyebutkan, pencapaian Ini tidak terlepas dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar terhadap kebangkitan pertanian Tanah Air. Dengan kerja keras dan konsistensi, Pemerintah berhasil memecahkan rekor CBP tertinggi selama 57 tahun ke belakang.

"Yang pertama adalah gagasan besar Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Yang kedua, Bapak Presiden menyederhanakan seluruh regulasi yang selama ini menghambat," kata Amran kepada wartawan di kediamannya di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2025).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Amran memberikan contoh komponen pupuk yang selama ini dianggap memberatkan kemajuan pertanian Indonesia. Saat ini Pemerintah menyederhanakan regulasi distribusi pupuk bersubsidi. Kini aturan tersebut dipangkas untuk memudahkan petani mengakses pupuk.

"Dulu 12 menteri yang harus paraf, kemudian 38 gubernur, kemudian 500 bupati dan walikota se-Indonesia baru bisa sampai (ke petani). Hari ini,  beliau (Presiden) keluarkan Perpres, kemudian ke Menteri Pertanian, ke PT Pupuk Indonesia, ke produsen, kemudian langsung ke petani. Selesai. Itu mempengaruhi produksi," jelas Mentan Amran.

Selain itu, beberapa faktor lain yang mempengaruhi kemajuan pertanian Indonesia adalah penarikan kewenangan pengelolaan penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke tingkat pusat dan perbankan irigasi.

"Ingat, anggaran kami di 2024 masih tetap Rp 15 triliun. Belum ada perubahan signifikan. Tapi yang berubah adalah kebijakan dan manajerial. Kemudian di internal kami ada meritrokrasi. Siapa yang berprestasi, dipromosi. Tidak ada koruptor dan mafia. Kita beresin. Kita tegas saja, selesai," tegas Mentan Amran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia