Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Prabowo Sebut Indonesia Kurang Keras Menjaga Kekayaan Negara

Penulis : Celvin M. Sipahutar
13 Jun 2025 | 09:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberanian dan ketegasan dalam mengelola kekayaan nasional. Menurutnya, potensi Indonesia belum bisa dioptimalkan karena sebelumnya tak menerapkan sikap tersebut.

"Saya sejak saya ambil alih pemerintahan, saya belajar, saya lihat angka-angka, saya takjub dengan kekayaan kita. Kekayaan kita luar biasa, tapi saya juga sadar bahwa kita perlu lebih berani, lebih pandai mengelola kekayaan tersebut," ujar Prabowo dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).

Prabowo menegaskan, dirinya tak pernah malu untuk menyampaikan kondisi Indonesia saat ini baik di dalam maupun di luar negeri. Menurutnya, Indonesia harus berkaca terhadap kekurangan utama yang masih melekat ini yaitu ketidaktegasan dalam melindungi sumber daya nasional untuk kemudian dibenahi.

ADVERTISEMENT

"Kita harus berani mengatakan apa adanya. Kekurangan Indonesia adalah kita kurang, kurang tegas, kurang berani, kurang disiplin, kurang keras menjaga kekayaan kita. Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang tidak sampai ke rakyat Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.

Atas dasar itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memimpin pemerintahan yang berani mengoptimalkan potensinya. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menegakkan efisiensi anggaran. Kebijakan penghematan anggaran ini, kata Prabowo, menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas investasi negara di sektor-sektor strategis. Dengan demikian, kekayaan negara mampu dioptimalkan dan dapat memberikan manfaat langsung kepada rakyat.

Kepala negara mengungkapkan, salah satu prestasi yang berhasil dicatatkan pemerintah saat ini ada di sektor pangan. Ia menyebut produksi beras Tanah Air saat ini sudah mencatatkan rekor nasional.

"Dengan efisiensi penghematan kita bisa investasi di hal-hal yang sangat penting. Saya terima kasih, Menko Infrastruktur dan menteri-menteri bisa memahami ini. Bahwa sekarang ini yang saya ingin amankan adalah sumber pangan Indonesia dan sumber energi. Alhamdulillah tanda-tanda sudah jelas di hadapan mata dengan kebijakan-kebijakan kita dalam beberapa bulan ini," jelas Prabowo.

Ia pun menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang cepat dan tidak terbelenggu oleh aturan-aturan yang tidak rasional. Pemerintah, menurut Presiden Prabowo, harus responsif dan adaptif dalam mengoptimalkan potensi Indonesia di tengah berbagai tantangan.

"Peraturan penting untuk mengawasi, mengendalikan dan mengamankan. Tapi peraturan yang dibuat hanya untuk mempertahankan kekuasaan sektoran dan hal-hal yang terlibat dengan vested interest, dengan kepentingan-kepentingan tertentu, yang tidak semata-mata untuk kepentingan rakyat harus kita tinggalkan dan saya bertekad untuk saya bekerja keras untuk mengurangi regulasi-regulasi yang tidak masuk akal," tukasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia