Kamis, 14 Mei 2026

Laporan Kekayaan Presiden Tahun 2025 Capai Rp2,066 Triliun

Penulis :  Imam Suhartadi
12 Mei 2026 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Yustinus Patris Paat
Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Yustinus Patris Paat

JAKARTA, investor.id  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 atas nama Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp2.066.764.868.191 atau sekitar Rp2,066 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa detail LHKPN tersebut sudah dapat diakses publik melalui laman elhkpn.kpk.go.id

“LHKPN Bapak Presiden sudah diverifikasi, lengkap dan saat ini sudah dipublikasikan. Sebagai bentuk transparansi, masyarakat bisa mengakses secara terbuka melalui laman elhkpn.kpk.go.id,” kata Budi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dia mengatakan KPK memandang pelaporan harta kekayaan oleh Presiden tersebut menjadi teladan positif bagi para pejabat publik di Indonesia.

“Pelaporan atas kepemilikan harta kekayaan secara patuh, baik patuh dalam ketepatan waktu maupun kelengkapan dan kebenaran pelaporan, merupakan teladan positif bagi para pejabat publik dalam upaya pencegahan korupsi,” katanya.

Sementara berdasarkan LHKPN yang diakses melalui laman tersebut, data harta Presiden Prabowo meliputi dua tanah serta delapan tanah dan bangunan dengan nilai aset Rp323.758.593.500.

Salah satu tanah yang dimiliki Presiden seluas 48.970 meter persegi yang berada di Bogor, Jawa Barat dan disebut senilai Rp10 miliar. 

Sementara tanah dan bangunan terluas di antaranya adalah di Jakarta Selatan yang tanahnya seluas 8.365 meter persegi dengan luas bangunan 2.175 meter persegi. Aset tersebut disebut bernilai Rp178.400.575.000.

Kemudian di Bogor, Jabar, dengan tanah seluas 10.000 meter persegi dan luas bangunan 800 meter persegi, sementara nilainya disebut mencapai Rp4,5 miliar.

Kemudian Presiden memiliki tujuh mobil dan satu motor. Total nilainya mencapai Rp1.258.500.000.

Presiden juga memiliki harta bergerak lain yang mencapai Rp16.464.523.500, surat berharga senilai Rp1.677.239.000.000, serta kas dan setara kas berjumlah Rp48.044.251.191.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 28 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 41 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia