Prabowo Tambah 87 Sekolah Rakyat hingga September
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, (29/7/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana perkembangan dan penambahan sebanyak 87 Sekolah Rakyat hingga September mendatang.
Adapun menteri yang hadir yakni Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Selanjutnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, pihaknya akan melaporkan penambahan 37 titik Sekolah Rakyat pada akhir Juli dan Agustus. Dengan penambahan tersebut, Sekolah Rakyat dapat menampung lebih dari 9.700 siswa. Sementara di bulan September nanti, akan ada penambahan sebanyak 50 titik.
“Akhir Juli awal Agustus akan tambah lagi 37 titik yang bisa menampung lebih dari 9.700 siswa dengan 1.500 guru lebih dan 2.000 lebih tenaga kependidikan. Kemudian tentu kita lagi mencoba lagi untuk menambah 50 titik pembelajarannya dimulai September,” kata Gus Ipul kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan saat ini proses seleksi guru sudah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hasilnya, sebanyak 1.500 guru siap ditempatkan di berbagai titik Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah gurunya diproses melalui seleksi oleh satgas seleksi guru yang dipimpin Kemendikdasmen. Setelah proses panjang, ada 1.500 guru lebih yang bisa ditempatkan di berbagai titik Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Gus Ipul menyatakan sebanyak 140 guru telah mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat dengan berbagai alasan, salah satunya karena jarak yang terlalu jauh. Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan pengganti. Ia juga menghormati keputusan para guru tersebut.
“Dalam perjalanannya, ada sekitar 140 (guru), data terakhir yang mengundurkan diri setelah seleksi. Tapi di belakangnya sudah banyak siap menggantikan karena ada 50 ribu lebih guru yang telah mengikuti pendidikan profesi guru yang belum ada penempatan,” tandas Mensos.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






