Minggu, 21 Juni 2026

Sudah Gelontorkan Rp 5,5 T, Prabowo Minta Program Pertanian di Papua Dilanjutkan

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
18 Jun 2026 | 20:27 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto bersama Mentan Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi lahan pertanian di Merauke, Papua, Minggu, 3 November 2024 lalu. (B-Universe Photo/Yerid Tao Pan)
Presiden Prabowo Subianto bersama Mentan Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi lahan pertanian di Merauke, Papua, Minggu, 3 November 2024 lalu. (B-Universe Photo/Yerid Tao Pan)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto meminta program pengembangan pertanian di Papua terus dilanjutkan dan diperkuat karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Amran mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua. Pada 2025 dan 2026, total dukungan anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp 5,5 triliun.

ADVERTISEMENT

“Kami berikan bantuan di sana (Papua) tahun ini Rp 3,2 triliun, tahun lalu Rp 2 triliun, totalnya Rp 5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan. Bantuan ini bantuan langsung ke rakyat,” ujar Amran.

Menurut dia, bantuan tersebut mencakup hibah alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, serta pengembangan lahan sawah guna meningkatkan kapasitas produksi pangan di wilayah Papua.

Amran mengungkapkan Kementerian Pertanian sebelumnya telah menerima sekitar 200 perwakilan daerah dari Papua yang terdiri atas gubernur, bupati, kepala dinas, hingga petani. Pertemuan tersebut membahas berbagai kebutuhan pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” kata Amran.

Selain pengembangan pertanian di Papua, pemerintah juga mempercepat program hilirisasi komoditas perkebunan bersama BUMN pangan. Program tersebut difokuskan pada pengembangan komoditas bernilai tambah seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut pada periode 2025-2027. Program itu ditargetkan menjangkau 870.000 hektare kebun rakyat, termasuk di wilayah Papua.

Menurut Amran, penguatan hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperbesar nilai tambah komoditas, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kami sudah lakukan bersama teman-teman BUMN pangan di 2025. Kami lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia