Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Sebut Anomali Indonesia Langka Minyak Goreng

Penulis : Yustinus Patris Paat
15 Aug 2025 | 13:33 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: ANTARA)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto mengaku ada anomali dengan kondisi bangsa Indonesia yang menjadi produsen kelapa sawit terbesar dunia, tetapi mengalami kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu. Menurut Prabowo, hal tersebut kemungkinan besar terjadi karena permainan oknum tertentu yang terkooptasi dengan ideologi serakahnomic.

"Sungguh aneh negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng ini aneh sekali tidak masuk akal sehat dan ternyata memang itu ternyata adalah permainan manipulasi yang dari sudah disinggung oleh ketua DPR yang saya beri nama serakahnomic," papar Presiden Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di gedung Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dia mengaku kelangkaan ini juga terjadi dalam periode yang cukup lama, bahkan mencapai waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

ADVERTISEMENT

"Negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia berminggu-minggu, hampir berapa bulan kelapa sawit langka saudara-saudara, juga sungguh aneh," lugasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo menyoroti kebijakan subsidi yang telah dilakukan pemerintah untuk sektor pertanian dan pangan, namun harga pangan tetap sulit dijangkau sebagian rakyat.

"Kita subsidi pupuk subsidi alat pertanian subsidi pestisida subsidi irigasi waduk kita subsidi beras tapi harga pangan kadang-kadang tidak terjangkau oleh sebagian rakyat kita," tutur dia.

Prabowo menegaskan, fenomena tersebut merupakan tanda adanya masalah mendasar dalam sistem ekonomi nasional.

"Keanehan-keanehan ini bisa terjadi karena ada distorsi dalam sistem ekonomi kita ada penyimpangan bahwa sistem ekonomi yang diamanatkan oleh undang-undang dasar 1945 terutama di Pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) telah kita abaikan seolah-olah ayat-ayat dalam pasal itu tidak relevan dalam kehidupan kita yang modern di abad ke-21 ini saudara-saudara," jelas dia.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan kekuatan suatu negara terletak pada kemampuannya mengelola kekayaan yang dimiliki.

"Kekuatan suatu negara terletak dalam mengelola bagaimana itu bisa menguasai dan mengelola kekayaan karena itu kita harus berani koreksi apabila kita telah melangkah yang keliru," pungkas Prabowo.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia