Jumat, 15 Mei 2026

Polri Imbau Masyarakat WFA agar Arus Balik Lebaran 2026 Tak Menumpuk

Penulis : Muhammad Aulia
23 Mar 2026 | 06:51 WIB
BAGIKAN
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Pol Marupa Sagala. (Foto: Dokumentasi Polri)
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Pol Marupa Sagala. (Foto: Dokumentasi Polri)

JAKARTA, investor.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari kepadatan parah saat arus balik Lebaran 2026. Langkah ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan agar perjalanan pulang berlangsung lebih bertahap dan nyaman.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, menjelaskan pengaturan waktu perjalanan sangat krusial mengingat adanya potensi lonjakan volume kendaraan di titik-titik rawan.

"Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kebijakan WFA sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu," ujar Marupa dalam keterangan resminya yang diterima Senin (23/3/2026).

Waspadai Puncak Arus Balik dan Manfaatkan Diskon Tol

ADVERTISEMENT

Berdasarkan prediksi kepolisian, puncak arus balik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026. Untuk itu, Polri meminta masyarakat merencanakan kepulangan dengan matang guna menghindari terjebak kemacetan panjang.

Selain WFA, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026. Insentif ini diberikan untuk mendorong masyarakat agar mengatur perjalanan lebih efisien di luar tanggal puncak arus balik.

Keamanan Destinasi Wisata Jadi Atensi

Tak hanya fokus pada jalur mudik, Polri juga memberikan perhatian khusus pada lonjakan pengunjung di lokasi wisata. Marupa mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat mengunjungi destinasi wisata air.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati di lokasi wisata seperti pantai, sungai, maupun kolam renang. Pengelola tempat wisata juga kami minta untuk memperhatikan kapasitas angkut dan standar keamanan demi kenyamanan bersama," pungkasnya.

Implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam skema arus balik merupakan bagian dari adaptasi pemerintah terhadap perubahan pola kerja pascapandemi yang kini menjadi solusi strategis manajemen lalu lintas. Dengan jutaan kendaraan yang bergerak dalam waktu bersamaan, penyebaran beban jalan (traffic spreading) menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan dan durasi kemacetan.

Penggabungan antara fleksibilitas kerja, insentif ekonomi seperti diskon tarif tol, dan rekayasa lalu lintas di lapangan menunjukkan pergeseran strategi Polri yang kini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan teknologi. Langkah ini bertujuan agar tradisi tahunan mudik tidak lagi identik dengan kemacetan total, melainkan perjalanan yang lebih terukur dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia