Billy Mambrasar Genjot SDM hingga Investasi Kakao Papua
JAKARTA, investor.id – Dalam 100 hari awal pemerintahan Prabowo Subianto, percepatan pembangunan Papua mulai menunjukkan arah yang lebih konkret. Salah satu motor penggeraknya adalah Billy Mambrasar yang merupakan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang mendorong penguatan SDM, transparansi anggaran, hingga investasi sektor riil.
Billy mengatakan, fokus utama pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perluasan akses pendidikan. “Saat ini, tercatat sebanyak 1.623 mahasiswa Papua menerima beasiswa, terdiri dari 1.347 di dalam negeri dan 276 di luar negeri,” ungkapnya dalam keterangan pers, Senin (30/3/2026).
Menurut Billy, program tersebut mencakup skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Papuan Youth Scholarship untuk jenjang S2/S3, serta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk S1. Selain itu, terdapat pula program ADEM dan Papua Cerdas yang menyasar siswa SMA/SMK.
Meski demikian, Billy mengakui, tantangan masih besar. Lebih dari 10.000 mahasiswa Papua saat ini tengah menempuh pendidikan tinggi, sementara sekitar 45.000 lainnya masih membutuhkan dukungan akses pendidikan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperluas cakupan beasiswa sekaligus membenahi tata kelola agar lebih tepat sasaran.
Tak hanya di sektor pendidikan, Billy mengatakan, inovasi juga dilakukan dalam tata kelola Otonomi Khusus (Otsus). Billy menginisiasi pengembangan dashboard digital bersama mahasiswa Papua di Surabaya guna meningkatkan transparansi penggunaan dana Otsus. “Sistem ini memungkinkan pemantauan kinerja pemerintah daerah secara lebih terbuka dan akuntabel,” jelasnya.
Di sektor riil, lanjut dia, langkah konkret ditempuh dengan membuka akses investasi. Sebanyak 21 investor asal Eropa dipertemukan dengan pemerintah daerah Papua untuk mendorong hilirisasi dan ekspor komoditas kakao dari wilayah Kepulauan Yapen, Jayapura, hingga Manokwari Selatan.
Pengembangan Kakao
Billy menegaskan, hasil awal mulai terlihat. Kakao dari Kepulauan Yapen kini tengah memasuki proses investasi oleh investor asal Inggris. Sementara itu, pengembangan kakao di Jayapura turut diperkuat melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Upaya percepatan pembangunan juga diperluas melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk di sektor kesehatan. Salah satu program prioritas adalah revitalisasi RSUD Biak agar memiliki kapasitas setara rumah sakit rujukan provinsi, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.
Billy menegaskan, pendekatan pembangunan Papua saat ini tidak lagi sekadar berbasis wacana, melainkan menitikberatkan pada implementasi nyata di lapangan. “Papua tidak membutuhkan sekadar janji, tetapi hasil nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Billy.
Dengan fondasi yang mulai dibangun dalam 100 hari pertama ini, percepatan pembangunan Papua diharapkan berjalan lebih konsisten, terukur, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan timur Indonesia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



