Minggu, 21 Juni 2026

Papua Krisis Suplai Pangan Akibat MBG, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Penulis : Indah Handayani
1 Mei 2026 | 07:10 WIB
BAGIKAN
acara Pembukaan Musrembang RKPD 2027 dan penambahan OTSUS Papua, yang berlangsung di Hotel Grand Suni, Abepura, Provinsi Papua
Sumber; Ist
acara Pembukaan Musrembang RKPD 2027 dan penambahan OTSUS Papua, yang berlangsung di Hotel Grand Suni, Abepura, Provinsi Papua Sumber; Ist

JAYAPURA, investor.id – Ketahanan pangan di Papua tengah menghadapi tekanan serius, ditandai dengan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sejumlah komoditas utama seperti ikan, ayam, telur, dan daging.

Billy Mambrasar, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, mengungkapkan kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut meningkatkan kebutuhan bahan pangan di daerah.

“Keluhan datang dari berbagai daerah. Terakhir dari Kabupaten Yapen yang mengalami kekurangan suplai ikan segar, padahal wilayahnya berbasis maritim,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, ikan tuna, ikan cakalang, dan sayuran menjadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2026 yang mencapai sekitar 3,5% secara tahunan.

Sementara itu, laporan Bank Indonesia menunjukkan inflasi di wilayah tersebut dipicu keterbatasan pasokan pangan lokal serta tingginya ketergantungan distribusi dari luar daerah.

Masalah suplai ini sejatinya bukan hal baru. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua mencatat produksi telur ayam sekitar 35.000 butir per hari, sementara kebutuhan di Kota Jayapura mencapai lebih dari 50.000 butir per hari. Kesenjangan serupa juga terjadi pada komoditas lain seperti daging, ikan, buah, dan sayuran di berbagai wilayah Papua.

Menurut Billy, keterbatasan pasokan ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan program strategis nasional, termasuk MBG. Ia menilai tanpa dukungan sistem logistik dan produksi pangan yang memadai, program tersebut berisiko tidak berjalan optimal.

“Jika bahan baku seperti ikan dan sayur terbatas, maka kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat juga akan terganggu. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi menyangkut kualitas generasi ke depan,” tegasnya.

Intervensi Distribusi Logistik

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia