PBNU: Imbauan Pemerintah agar Hemat Energi Sejalan dengan Ajaran Islam
JAKARTA, investor.id – Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menilai imbauan pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar hemat energi sejalan dengan ajaran Islam. Alasannya, hal itu untuk menghindari perbuatan mubazir.
"Penghematan energi adalah bagian dari ajaran Islam untuk menghindari perbuatan mubazir (sia-sia) yang dilarang, di mana pelakunya disebut sebagai saudara setan (QS. Al-Isra: 27)," kata Farur saat dihubungi, Senin (30/3/2026).
Menurut dia, Islam mengajarkan sikap hemat bersahaja, menjaga lingkungan sebagai khalifatul fil ardh, dan tidak menggunakan sumber daya secara berlebihan untuk menjaga keseimbangan alam dan kemaslahatan generasi mendatang.
"Nabi Muhammad SAW mengajarkan efisiensi, bahkan dalam hal kecil, seperti mematikan lampu (api) saat tidur dan tidak berlebihan dalam berwudhu, meskipun air melimpah. Manusia diamanahkan sebagai pengelola bumi yang berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan, bukan merusaknya dengan eksploitasi energi yang berlebihan," tegas Fahrur.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi di tengah tekanan geopolitik global yang masih berlangsung, khususnya perang Iran.
"Masalah ini bukan pemerintah saja. Saya mohon agar kita pakai energi dengan bijak,” ujar Bahlil saat sidak SPBU di Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Ia memastikan bahwa hingga saat ini kondisi cadangan energi Indonesia masih dalam batas aman. Namun, pengelolaan konsumsi tetap menjadi kunci agar pasokan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Bahlil menekankan bahwa perilaku hemat energi akan berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional. Dengan konsumsi yang lebih efisien, cadangan energi dapat terjaga lebih baik di tengah ketidakpastian global.
“Kalau kita bijaksana, energi kita akan semakin baik dan cadangan minyak kita masih dalam taraf minimal standar nasional, baik solar dan bensin,” pungkasnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






