Pemerintah Bidik 324 Rumah Relokasi di Senen Rampung dalam Dua Bulan
JAKARTA, investor.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan sebanyak 324 unit rumah relokasi untuk warga yang tinggal di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, telah disiapkan dan ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan.
Maruarar menjelaskan, pembangunan tahap pertama tersebut ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026. Relokasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meninjau langsung kondisi permukiman warga di kawasan Senen.
Baca juga: BPS: 13% Masyarakat Indonesia Belum Memiliki Rumah
“Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026. Jumlahnya ada sekitar 324 unit," kata Menteri Maruarar Sirait seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut, Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan, sebanyak 500 unit sisanya segera diproses oleh pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sehingga secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 824 unit rumah relokasi dalam waktu dekat, dengan prioritas penyelesaian tahap awal di kawasan Senen sebanyak 324 unit.
“Jadi totalnya 824 unit. Kami berharap itu, tapi yang jadi duluan mungkin yang di Senen, 324 unit,” ujarnya.
Baca juga: Analis Elev8: Bukan Lagi Soal Rumah, Milenial dan Gen Z Definisikan Ulang Makna ’Kaya’
Ara mengatakan, dalam implementasi program ini, pemerintah juga menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu komitmen datang dari PT Astra yang siap membangun 1.000 unit rumah susun.
“Kemudian, di beberapa lokasi kami juga mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan. Misalnya dari Astra, yang sudah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun,” katanya.
Dalam skema tersebut, pemerintah akan menyiapkan lahan, sementara pihak swasta bertanggung jawab atas pembangunan sebelum diserahkan kepada negara.
Baca juga: Pemerintah Mulai Bangun Rumah Murah di Lahan Lippo Group
Ara menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan rakyat secara masif dan berkelanjutan.
“Gotong royong terjadi, ada APBN, ada Danantara, juga ada swasta dan yayasan, agar bisa bekerja dengan cepat,” pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



