Minggu, 21 Juni 2026

Prabowo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Stabilitas Ekonomi dan Keamanan

Penulis : Yustinus Patris Paat
14 Apr 2026 | 23:53 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id - Analis Politik Senior Boni Hargens mengapresiasi langkah tegas dan cepat Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada empat pejabat negara utama sebelum keberangkatannya ke Rusia, yakni Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit, Kepala BIN Muh Herindra, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Boni, kolaborasi lintas sektoral merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu akibat perang di Timur Tengah. 

"Instruksi ini merupakan sinyal yang tak boleh diabaikan oleh para pembantu Presiden. Langkah cepat Presiden Prabowo merupakan suatu modal besar yang menuntut respons yang simetris dari para pembantunya dan pimpinan institusi negara dari segala gatra," ujar Boni Hargens kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Hargens, respons simetris bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan keharusan strategis. Setiap institusi yang menerima arahan presiden harus merespons dengan langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Keselarasan gerak antara Polri, TNI, BIN, dan Kemenkeu menjadi kunci keberhasilan agenda anti-penyelundupan ini.

"Salah satu faktor yang mendorong optimisme Presiden Prabowo dalam memperluas front penegakan hukum ekonomi adalah keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menyelamatkan uang negara. Dalam masa kepemimpinannya yang baru berjalan 1,5 tahun, angka penyelamatan aset negara telah mencapai angka yang luar biasa signifikan, sekitar Rp 31,3 triliun," tandas Hargens. 

Hargens secara khusus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara tiga institusi keamanan utama, Polri, TNI, dan BIN, dalam menghadapi potensi ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Menurut dia, kolaborasi ini bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan sinergi strategis yang harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, komunikasi terbuka, dan pembagian peran yang jelas.

"Masing-masing institusi membawa kapabilitas unik yang saling melengkapi. Polri memiliki keunggulan dalam penegakan hukum sipil, penyelidikan kriminal, dan kemampuan operasional di tingkat komunitas. TNI memiliki kekuatan dalam pengamanan wilayah perbatasan, kemampuan alutsista, dan jangkauan operasional di daerah terpencil," kata dia. 

"Sementara BIN memiliki jaringan intelijen yang luas, kemampuan analisis ancaman, dan akses informasi lintas batas yang vital untuk mengidentifikasi pola dan jaringan penyelundupan," tutur Hargens menambahkan.

Hargens menempatkan kontribusi Polri, TNI, dan BIN dalam konteks yang lebih besar, yakni ketahanan nasional. Konsep ketahanan nasional dalam perspektif modern, kata dia, tidak lagi terbatas pada dimensi militer semata, melainkan mencakup ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan fiskal negara.

"Penyelundupan yang tidak terkontrol mengancam seluruh dimensi ketahanan nasional ini sekaligus. Dengan menempatkan pemberantasan penyelundupan sebagai agenda ketahanan nasional, Presiden Prabowo secara strategis melampaui pendekatan penegakan hukum konvensional," kata dia.

Hargens menilai pendekatan Prabowo sangat urgen dengan memperlakukan kejahatan ekonomi terorganisir sebagai ancaman eksistensial yang membutuhkan respons yang setara dengan ancaman keamanan dalam pengertian tradisional. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi koordinasi yang lebih kuat antara institusi sipil dan militer dalam satu payung komando yang jelas.

Lebih lanjut, Hargens mengatakan salah satu aspek paling inovatif dari pendekatan pemerintahan Prabowo adalah konseptualisasi penegakan hukum sebagai instrumen peningkatan pendapatan negara melalui jalur non-budgeting. Secara tradisional, menurut dia, penegakan hukum dipandang semata-mata sebagai fungsi pemerintahan yang menggunakan anggaran negara.

"Namun, dalam visi Presiden Prabowo, penegakan hukum yang efektif juga mampu menjadi sumber penerimaan negara yang signifikan," ungkap dia. 

Hargens menegaskan pemulihan aset dari tindak pidana korupsi dan penyelundupan memberikan kontribusi langsung kepada kas negara tanpa menambah beban pajak kepada masyarakat. Dia menilai, dengan Kejagung yang berhasil mengumpulkan Rp 31,3 triliun dalam 1,5 tahun, potensi dari jalur ini sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Ekspansi pendekatan ini ke institusi Polri, dengan fokus pada penyelundupan dan kejahatan ekonomi lainnya, berpotensi menambah penerimaan negara secara substansial sekaligus memperkuat efek jera terhadap pelaku kejahatan ekonomi terorganisir," pungkas Boni Hargens.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 40 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia