ILUNI FEB UI Refleksi Satu Tahun Danantara Sebagai Motor Ekonomi Indonesia
JAKARTA, investor.id – Memasuki usia satu tahun, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menjadi sorotan sebagai harapan baru bagi ekonomi Indonesia.
Dalam diskusi strategis Breakfast Forum yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) di Jakarta, para pakar dan praktisi mengupas tuntas apakah institusi ini telah berhasil menjadi "engine of growth" atau justru masih terjebak dalam kompleksitas birokrasi dan ketidakpastian hukum.
Mantan Menteri Keuangan Prof. Bambang Brodjonegoro membuka diskusi dengan peringatan keras mengenai middle-income trap. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
"Dibutuhkan motor pertumbuhan di luar pemerintah dengan kapasitas pembiayaan jangka panjang. Pertanyaannya, apakah Danantara hadir sebagai penggerak BUMN atau penyedia patient capital (modal jangka panjang) untuk sektor strategis yang belum komersial?" cetus Prof. Bambang dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Prof. Muliaman Hadad menegaskan kekuatan Danantara terletak pada penggabungan logika bisnis dan misi pembangunan.
Danantara bukan sekadar wadah aset, melainkan arsitektur yang mengubah optimalisasi kekayaan negara menjadi sumber pembiayaan proyek prioritas nasional secara berkelanjutan.
Disiplin Investasi di Tengah Badai Pasar
Di sisi operasional, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menekankan pentingnya disiplin tinggi, terutama saat kondisi pasar tidak menentu. "Tantangannya adalah tetap berani mengambil posisi ketika pasar sedang takut (fear). Sebagian besar risiko sebenarnya sudah tercermin dalam harga," jelas Pandu.
Ia mencontohkan proyek waste-to-energy sebagai bukti nyata kemampuan Danantara dalam mengeksekusi investasi cepat dengan tata kelola yang tetap terjaga. Investasi ini difokuskan pada sektor krusial seperti hilirisasi mineral, transisi energi, pangan, dan digitalisasi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






