Minggu, 21 Juni 2026

ILUNI FEB UI Refleksi Satu Tahun Danantara Sebagai Motor Ekonomi Indonesia

Penulis : Grace El Dora
25 Apr 2026 | 14:08 WIB
BAGIKAN

JAKARTA, investor.id – Memasuki usia satu tahun, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menjadi sorotan sebagai harapan baru bagi ekonomi Indonesia.

Dalam diskusi strategis Breakfast Forum yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) di Jakarta, para pakar dan praktisi mengupas tuntas apakah institusi ini telah berhasil menjadi "engine of growth" atau justru masih terjebak dalam kompleksitas birokrasi dan ketidakpastian hukum.

Mantan Menteri Keuangan Prof. Bambang Brodjonegoro membuka diskusi dengan peringatan keras mengenai middle-income trap. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

"Dibutuhkan motor pertumbuhan di luar pemerintah dengan kapasitas pembiayaan jangka panjang. Pertanyaannya, apakah Danantara hadir sebagai penggerak BUMN atau penyedia patient capital (modal jangka panjang) untuk sektor strategis yang belum komersial?" cetus Prof. Bambang dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Prof. Muliaman Hadad menegaskan kekuatan Danantara terletak pada penggabungan logika bisnis dan misi pembangunan.

Danantara bukan sekadar wadah aset, melainkan arsitektur yang mengubah optimalisasi kekayaan negara menjadi sumber pembiayaan proyek prioritas nasional secara berkelanjutan.

Disiplin Investasi di Tengah Badai Pasar

Di sisi operasional, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menekankan pentingnya disiplin tinggi, terutama saat kondisi pasar tidak menentu. "Tantangannya adalah tetap berani mengambil posisi ketika pasar sedang takut (fear). Sebagian besar risiko sebenarnya sudah tercermin dalam harga," jelas Pandu.

Ia mencontohkan proyek waste-to-energy sebagai bukti nyata kemampuan Danantara dalam mengeksekusi investasi cepat dengan tata kelola yang tetap terjaga. Investasi ini difokuskan pada sektor krusial seperti hilirisasi mineral, transisi energi, pangan, dan digitalisasi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia