Wall Street Turun Tajam saat Harga Minyak Melonjak
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026). Lonjakan harga minyak dunia di tengah gangguan pasokan akibat konflik Iran menekan sentimen pasar dan mendorong indeks utama Wall Street turun ke level terendah tahun ini.
Dikutip dari CNBC internasional, Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 739,42 poin (1,56%) ke level 46.677,85. Penurunan ini membuat Dow Jones ditutup di bawah level 47.000 untuk pertama kalinya sepanjang 2026.
Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,52% ke posisi 6.672,62, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,78% ke 22.311,98. Ketiga indeks tersebut mencatatkan penutupan terendah sepanjang tahun ini.
Tekanan di pasar saham terjadi seiring melonjaknya harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan, Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai ‘alat untuk menekan musuh’.
Akibatnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 9,72% menjadi US$ 95,73 per barel, sedangkan minyak Brent naik 9,22% ke US$ 100,46 per barel, sekaligus menjadi penutupan pertama di atas US$ 100 sejak Agustus 2022.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, Angkatan Laut AS saat ini belum siap mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Namun, ia memperkirakan pengawalan tersebut kemungkinan dapat dilakukan sebelum akhir bulan.
Situasi di kawasan semakin memanas setelah otoritas setempat melaporkan tiga kapal asing tambahan diserang di Teluk Persia. Insiden tersebut terjadi setelah tiga kapal lain, termasuk satu di Selat Hormuz, diserang sehari sebelumnya.
Di sisi lain, militer AS pada Selasa dilaporkan telah menenggelamkan 16 kapal Iran yang diduga menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.
Untuk mengurangi risiko bagi pelayaran, perusahaan asuransi Chubb ditunjuk sebagai penjamin utama dalam program yang dipimpin pemerintah AS guna menyediakan perlindungan asuransi bagi kapal yang mencoba melintasi jalur vital tersebut.
Analis Vital Knowledge Adam Crisafulli menilai, strategi Iran yang memanfaatkan gangguan pasokan minyak mulai berdampak pada pasar global. “Strategi Iran menciptakan kekacauan ekonomi di Teluk Persia mulai terlihat berhasil. Serangan terhadap kapal tanker dan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent mendekati US$100,” ujarnya.
Pelepasan Cadangan Minyak
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






