Jumat, 15 Mei 2026

Kamis Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Koreksi

Penulis : S.R Listyorini
24 Feb 2022 | 07:51 WIB
BAGIKAN
 Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP)
Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP)

SINGAPURA, Investor.id – Mayoritas saham Asia-Pasifik terkoreksi pada pembukaan perdagangan Kamis pagi (27/2/2022). Investor terus mengamati situasi yang meningkat antara Rusia dan Ukraina.

S&P/ASX 200 Australia turun 2,19%.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,72%, sedangkan Topix turun 0,46%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 1,34%. Bank of Korea akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis.

ADVERTISEMENT

Di sisi pendapatan, Alibaba akan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya di akhir Asia.

Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Rusia dan Ukraina tetap menjadi fokus. Ukraina pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk memberlakukan keadaan darurat selama 30 hari dengan kemungkinan perpanjangan. Langkah tersebut harus terlebih dahulu disetujui oleh parlemen.

Negara itu juga memperingatkan warganya untuk meninggalkan Rusia dan menghindari bepergian ke sana.

Krisis memasuki fase baru minggu ini ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan secara resmi mengakui kemerdekaan dua daerah yang memisahkan diri pro-Moskow di Ukraina timur.

Pada hari Rabu, media yang dikendalikan pemerintah Rusia melaporkan bahwa Moskow telah mulai mengevakuasi orang-orang dari kedutaan besarnya di Kyiv, ibukota Ukraina.

Semalam di Wall Street, tiga indeks utama terus jatuh. S&P 500 turun 1,8% dan terkoreksi lebih dalam, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,38% menjadi 33.131,76. Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi kehilangan 2,6% menjadi 13.037.49.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 96,190. Yen Jepang diperdagangkan pada 114,91 per dolar, sedangkan dolar Australia berada di $0,7216 setelah jatuh dari $0,7233.

Harga minyak naik pada hari Rabu setelah membalikkan kerugian sebelumnya. Minyak mentah berjangka AS naik 1,36% menjadi diperdagangkan pada $93,35 per barel di awal Asia pada hari Kamis.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia