Kamis, 14 Mei 2026

Pengawasan Barcode BBM Perlu Diperketat

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Mei 2026 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, Investor.id — Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya pada pembelian BBM subsidi menggunakan barcode, guna mencegah antrean panjang di sejumlah daerah.

Menurut Tulus, masyarakat juga diminta tidak melakukan panic buying karena dapat memperburuk kondisi distribusi BBM di lapangan.

“Perilaku panic buying justru akan membuat distorsi pasar semakin akut. Sebaiknya masyarakat mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah, mengingat saat ini kondisinya emergency. Pengalaman dari negara lain, jangan sampai terjadi chaos karena masalah pasokan dan ketersediaan BBM,” kata Tulus di Jakarta, pada Selasa (12/05/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya antrean panjang pembelian BBM di sejumlah wilayah seperti Palangka Raya, Sumatra Barat, Maluku, dan Morotai.

ADVERTISEMENT

Selain antrean, sejumlah laporan juga menyebut adanya praktik pembelian BBM subsidi menggunakan lebih dari satu barcode. Kondisi tersebut dinilai dipengaruhi tingginya selisih harga antara solar subsidi dengan BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Tulus menilai pemerintah telah berupaya mengendalikan distribusi BBM subsidi di tengah tekanan geopolitik global yang turut memengaruhi pasokan energi.

“Pasokan BBM bersubsidi tampaknya sedang dikendalikan lebih serius karena dampak geopolitik global. Ini dialami banyak negara pengimpor BBM, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.

Tulus juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap penggunaan barcode dalam pembelian solar subsidi. Menurut ia, pembatasan satu kendaraan untuk satu barcode dapat membuat pengawasan distribusi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kalau konsisten, seharusnya satu mobil hanya bisa menggunakan satu barcode. Dengan begitu implementasi pengendalian konsumsi bisa lebih efektif dan pengawasannya lebih mudah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tulus mengingatkan potensi soal munculnya pasar ilegal dan penimbunan BBM subsidi apabila pengawasan tidak diperketat. Tingginya disparitas harga dinilai dapat mendorong penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Saat ini, harga solar subsidi berada di kisaran Rp6.800 per liter, sementara Dexlite sekitar Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter.

Menurut Tulus, pemerintah dan Pertamina perlu memastikan distribusi BBM tetap aman, terutama menjelang periode konsumsi tinggi. Ia juga meminta pasokan BBM dijaga sesuai ketahanan stok minimal 21 hari sebagaimana yang selama ini disampaikan pemerintah.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 14 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 27 menit yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 50 menit yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Business 1 jam yang lalu

Pengawasan Barcode BBM Perlu Diperketat

Pengawasan distribusi BBM diminta diperketat menyusul antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan barcode subsidi.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%

DBS merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun 2026 dari 5,3% menjadi 5,1%. Asumsikan aktivitas riil menurun dan ruang fiskal terbatas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia