Bisnis Jajanan Berbahan Jagung Manis Moncer Saat Pandemi
SURABAYA, investor.id -Peluang bisnis bisa datang kapan saja, tak peduli di masa pandemi Covid-19. Inilai pula yang mendorong pelaku bisnis kuliner di Surabaya, Ferry Setiawan, Founder dan Owner NakGung, tetap berusaha menangkap peluang bisnis itu sekalipun di masa sulit sekarang. Bisnisnya pun kian moncer.
“Di masa sulit sekarang, banyak orang di-lay off, saya ingin membantu mereka dengan mengembangkan bisnis yang bisa menampung mereka. Peluang bisnis pun ada saat bersamaan dengan keinginan saya itu,” kata Ferry pada pembukaan kedai NakGung di Local Container Taman Bungkul Surabaya, Kamis (6/8/2020).
Dalam sebulan terakhir, Ferry berusaha mengembangkan usaha kemitraan kapada siapapun yang berminat, yakni membuka kedai jajanan, NakGung, yang berbahan baku utama jagung manis itu.
“Kami menyebut kerja sama ini dengan kemitraan karena lebih fleksibel. Dengan modal Rp 6,5 juta mitra kami akan mendapatkan 300 pack bahan berikut peralatan untuk memasak yang membuat mereka siap berjualan setelah mendapatkan lokasi yang strategis. Dalam perhitungan pesimistis saja, dengan omzet rata-rata Rp 14 juta per bulan dan net profit 20%, dana segitu bisa balik modal dalam tiga bulan,” ujarnya.
Ferry menyatakan selama sebulan terakhir selama masa pandemi Covid-19 ini ia bersama mitranya berhasil mengembangkan 40 kedai di 17 kota di Indonesia. Yaitu, Surabaya, Bangkalan, Tangerang, Samarinda, Gresik, Solo, Situbondo, Batam, Sidoarjo, Bali, Makasar, Jakarta, Madiun, Kediri, Mojekerto, Prigen dan Banjamasin.
“Tujuan kami adalah menyejahterakan mitra kami. Kami akan terus tambah jumlah kedai kami, seperti di Surabaya ini dari sekarang 4 kedai menjadi 10 kedai. Sampai akhir tahun ini kami ada target bisa buka 500 kedai dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Dipilihnya jajanan berbahan jagung manis karena jagung sejak dulu sudah menjadi budaya (culture) orang Indonesia. “Selain jadi culture, bahan baku jagung manis juga tersedia di dalam negeri,” imbuh Ferry.
Sementara itu, Mercia Anggara dan Maria Angeladhani, pemilik kedai NakNug di Local Container Taman Bungkul Surabaya mengaku respon masyarakat cukup positif sekalipun di masa pandemi Covid-19. Mulai membuka kedainya sejak Juli lalu.
“Ada pandemi malah sukses. Selain offline 40 persen kita juga melayani online 60 persen. Buka mulai jam 2 sampai jam 9 rata-rata bisa menjual 20 hingga 30 cup per hari,” kata Maria.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

