Sabtu, 4 April 2026

Bisnis Jajanan Berbahan Jagung Manis Moncer Saat Pandemi

Penulis : Amrozi Amenan
6 Aug 2020 | 21:47 WIB
BAGIKAN
Founder dan Owner NakGung Ferry Setiawan bersama mitranya Mercia Anggara dan Maria Angeladhani saat pembukaan kedai NakNug di Local Container Taman Bungkul Surabaya, Kamis (6/8/2020). Foto: Amrozi Amenan
Founder dan Owner NakGung Ferry Setiawan bersama mitranya Mercia Anggara dan Maria Angeladhani saat pembukaan kedai NakNug di Local Container Taman Bungkul Surabaya, Kamis (6/8/2020). Foto: Amrozi Amenan

SURABAYA, investor.id -Peluang bisnis bisa datang kapan saja, tak peduli di masa pandemi Covid-19. Inilai pula yang mendorong pelaku bisnis kuliner di Surabaya, Ferry Setiawan, Founder dan Owner NakGung, tetap berusaha menangkap peluang bisnis itu sekalipun di masa sulit sekarang. Bisnisnya pun kian moncer.

“Di masa sulit sekarang, banyak orang di-lay off, saya ingin membantu mereka dengan mengembangkan bisnis yang bisa menampung mereka. Peluang bisnis pun ada saat bersamaan dengan keinginan saya itu,” kata Ferry pada pembukaan kedai NakGung di Local Container Taman Bungkul Surabaya, Kamis (6/8/2020).

Dalam sebulan terakhir, Ferry berusaha mengembangkan usaha kemitraan kapada siapapun yang berminat, yakni membuka kedai jajanan, NakGung, yang berbahan baku utama jagung manis itu.

Bisnis Jajanan Berbahan Jagung Manis Moncer Saat Pandemi
Founder dan Owner NakGung Ferry Setiawan bersama mitranya Mercia Anggara dan Maria Angeladhani saat pembukaan kedai NakNug di Local Container Taman Bungkul Surabaya, Kamis (6/8/2020). Foto: Amrozi Amenan

“Kami menyebut kerja sama ini dengan kemitraan karena lebih fleksibel. Dengan modal Rp 6,5 juta mitra kami akan mendapatkan 300 pack bahan berikut peralatan untuk memasak yang membuat mereka siap berjualan setelah mendapatkan lokasi yang strategis. Dalam perhitungan pesimistis saja, dengan omzet rata-rata Rp 14 juta per bulan dan net profit 20%, dana segitu bisa balik modal dalam tiga bulan,” ujarnya.

Advertisement

Ferry menyatakan selama sebulan terakhir selama masa pandemi Covid-19 ini ia bersama mitranya berhasil mengembangkan 40 kedai di 17 kota di Indonesia. Yaitu, Surabaya, Bangkalan, Tangerang, Samarinda, Gresik, Solo, Situbondo, Batam, Sidoarjo, Bali, Makasar, Jakarta, Madiun, Kediri, Mojekerto, Prigen dan Banjamasin.

“Tujuan kami adalah menyejahterakan mitra kami. Kami akan terus tambah jumlah kedai kami, seperti di Surabaya ini dari sekarang 4 kedai menjadi 10 kedai. Sampai akhir tahun ini kami ada target bisa buka 500 kedai dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Dipilihnya jajanan berbahan jagung manis karena jagung sejak dulu sudah menjadi budaya (culture) orang Indonesia. “Selain jadi culture, bahan baku jagung manis juga tersedia di dalam negeri,” imbuh Ferry.

Sementara itu, Mercia Anggara dan Maria Angeladhani, pemilik kedai NakNug di Local Container Taman Bungkul Surabaya mengaku respon masyarakat cukup positif sekalipun di masa pandemi Covid-19. Mulai membuka kedainya sejak Juli lalu.

“Ada pandemi malah sukses. Selain offline 40 persen kita juga melayani online 60 persen. Buka mulai jam 2 sampai jam 9 rata-rata bisa menjual 20 hingga 30 cup per hari,” kata Maria.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 21 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 34 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 42 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia