KKP dan APII Sepakati Upaya Peningkatan Komoditas Perikanan
JAKARTA, Investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Angkasa Pura II menyepakati kerjasama dalam peningkatan ekspor komoditas kelautan dan perikanan Indonesia. Adapun ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua lembaga ini meliputi, koordinasi pemeriksaan dan lalu lintas ikan dan hasil perikanan.
Selain itu, kedua lembaga juga sepakat untuk melakukan pertukaran data dan informasi serta peningkatan kompetensi petugas teknis.
"Kita berkomitmen dalam kerja sama fasilitasi perdagangan ikan dan hasil perikanan," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina usai melakukan rapat kerjasama dengan AP II, di Jakarta, Jumat (31/12/2021).
Rina mengungkapkan, perjanjian kerja sama yang berlaku 2 tahun ini juga terbuka untuk eksportasi melalui rute langsung (direct call) di 18 bandara di wilayah barat. Dia memastikan, di 18 lokasi bandara tersebut terdapat unit pelaksana teknis (UPT) yang siap berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah.
"Kerjasama ini sangat berkaitan dengan peningkatan ekonomi perikanan di wilayah terkait," ujarnya seperti dilansir siaran pers. Melalui direct call, Rina berharap biaya operasional eksportir jadi lebih efisien. Terlebih direct call memangkas biaya operasional hingga 50 % serta mampu menjaga sekaligus mempertahankan kualitas komoditas perikanan.
"Tingkat kematian ikan yang diekspor jadi turun, karena waktu tempuh lebih singkat," jelas Rina.
Sementara Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin menyebut direct call menciptakan efektivitas laju transportasi udara serta memacu produktivitas wilayah-wilayah sentra produksi perikanan. Dampaknya tentu ke peningkatan devisa negara.
"Kita berharap dengan kerjasama ini koordinasi dan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka pengawasan pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan semakin meningkat," terang Awaluddin.
Sebagai informasi, sejak 23 Juli 2020, KKP juga melakukan kerjasama dengan PT. Angkasa Pura I (Persero). Kerjasama ini berlaku 3 tahun.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut akan menggenjot produktivitas sektor perikanan budidaya di Indonesia. Peningkatan produksi salah satunya bertujuan untuk memenuhi target ekspor, khususnya untuk komoditas perikanan budidaya.
Dua program terobosan juga telah disiapkan yakni pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor dengan komoditas unggulan di pasar global serta pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler

