Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Mandiri: Investasi Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

Investor.id
7 Mar 2022 | 13:59 WIB
BAGIKAN
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. (Foto: Dok. Mandiri)
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. (Foto: Dok. Mandiri)

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukan pemulihan ekonomi konsisten sejak pertengahan tahun lalu menimbulkan optimisme percepatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. Hal ini tercermin dari mulai meningkatnya penerimaan pajak sebesar 19% secara tahunan, dan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir mampu melampaui target. Realisasi penerimaan pajak yang mencapai 103.9% dari target itu juga menunjukkan mulai pulihnya kinerja sektor-sektor utama dalam perekonomian. 

Berbagai indikator lain juga menunjukkan perbaikan, antara lain peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh level 118 di akhir tahun 2021. Indikator itu selaras dengan data Mandiri Spending Index (MSI) yang terus naik hingga awal bulan Januari 2022. Selain itu, tingkat produksi turut bergerak positif, tercermin dari indikator PMI manufaktur yang stabil berada pada level ekspansi.    

Namun, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai berbagai tantangan ke depan tetap perlu diwaspadai.

“Saat ini kita juga menghadapi risiko dinamika ekonomi global, termasuk dampak dari Perang Rusia-Ukraina. Pemulihan global yang tidak imbang memicu terjadinya gangguan arus barang dunia, atau supply chain disruption, yang juga menyebabkan kelangkaan pasokan energi di beberapa negara,” ujarnya, Rabu (2/3). 

ADVERTISEMENT

Andry menambahkan, secara umum tantangan Indonesia pada jangka pendek dan panjang berada pada empat poin pokok. Pertama, tantangan VUCA (Volatilitas, Uncertainties, Complexity, dan Ambiguity) akan tetap besar berupa pandemi yang mungkin berubah menjadi endemi, disrupsi digital serta meningkatnya inflasi global. 

Kedua, pemulihan ekonomi dan respon kebijakan global yang tidak merata dan menciptakan resiko-resiko baru pada negara-negara berkembang dan berpotensi menciptakan spill-over effect. Ketiga, perubahan perilaku masyarakat dan kebutuhan akan keahlian baru, termasuk digitalisasi dan otomasi. Dan terakhir, perubahan iklim dan ketaatan berbasis Environmental, Social and Governance (ESG).

“Saat ini kita memang masih diuntungkan oleh melonjaknya ekspor akibat meningkatnya harga komoditas. Namun ke depan, ekspor bahan mentah perlu terus dikurangi agar Indonesia dapat menghasilkan nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi,” imbuhnya. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi adalah: (1) Pembangunan berbagai kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus; (2) Melanjutkan kebijakan reformasi struktural dengan fokus pada pembangunan ekonomi berbasis ESG dan; (3) Mendorong digitalisasi dan otomasi dalam roda perekonomian. 

Pada tahun 2022 ini, pemerintah menargetkan kenaikan realisasi investasi naik menjadi Rp 1.200 triliun. Tahun ini juga, Indonesia akan mengadakan perhelatan besar Presidensi G-20. Kesempatan ini memiliki dampak besar terhadap peningkatan investasi serta berpeluang menjadi sarana showcase bagi perkembangan perekonomian Indonesia, termasuk membuka ruang investasi yang lebih besar.

Editor: Jayanty Nada Shofa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia