Kamis, 14 Mei 2026

Istana Negara Manfaatkan Energi Bersih Gas Bumi PGN

Investor.id
10 Mar 2022 | 13:43 WIB
BAGIKAN
Penyaluran gas perdana (Gas In) di Istana Negara, Rabu 9 Maret 2022. (Foto: Dok. PGN)
Penyaluran gas perdana (Gas In) di Istana Negara, Rabu 9 Maret 2022. (Foto: Dok. PGN)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina (Persero) melalui PT PGN Tbk selaku Subholding Gas berkomitmen dalam memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang aman dan ramah lingkungan di berbagai sektor.

Setelah melayanai kebutuhan gas bumi di Kantin Kementerian Sekretariat Negara RI tahun lalu, pada Rabu, (9/3), dilaksanakan penyaluran gas perdana (Gas In) ke dapur Istana Negara. 

"Alhamdulillah proses gas in dapat berjalan lancar, sehingga gas bumi dapat bermanfaat bagi lingkungan Istana Negara. Kami berharap, ini bisa terus berkelanjutan kedepannya dan menjadi contoh untuk masyarakat umum, bahwa setingkat istana pun sudah meyakini bahwa gas bumi adalah bahan bakar yang aman, ramah lingkungan, dan nyaman digunakan," ujar Area Head PGN Jakarta, Sheila Merlianty.

Istana Negara Manfaatkan Energi Bersih Gas Bumi PGN
Penyaluran gas perdana (Gas In) ke Dapur Istana Negara, Rabu 9 Maret 2022. (Foto: Dok. PGN)

Kepala Biro Umum Sekretariat Presiden, Erry Hermawan menyampaikan bahwa kiranya pemakaian gas bumi di istana negara ini dapat menjadi contoh untuk publik bahwa istana juga menggunakan energi bersih, ramah lingkungan, aman, tersedia 24 jam, dan bersaing.

ADVERTISEMENT

“Saat ini baru pemasangan awal untuk energi memasak di dapur. Kami berharap dukungan perawatan dan saat kegiatan VVIP ketika membutuhkan energi untuk memasak di dapur istana. Dapur Istana Kepresidenan akan memanfatkan gas bumi dengan volume sebesar 50 – 1.000 M3.,” ujar Erry. 

“Kami berterima kasih kepada PGN telah memenuhi permohonan kami untuk melakukan pemasangan gas di lingkungan Istana Negara Jakarta dan sudah maksimal sesuai target. Kami merencanakan memanfatkan gas bumi tidak hanya untuk kebutuhan dapur, tapi juga pemanas atau pencuci pakaian berskala besar dengan teknologi panas seperti halnya layanan di Istana Negara Bogor. Pertimbangan itulah yang kami harapkan,” tambah Erry.

Sheila menambahkan, apabila terjadi kendala maupun emergency, PGN memiliki contact center yang bisa dihubungi dan siaga 24 jam. Sampai saat ini, PGN Area Jakarta telah melayani 268 pelanggan komersial industri mulai dari mal, hotel, dan restoran. Selain itu, melayani 138 pelanggan kecil, dan ± 15.332 pelanggan rumah tangga. 

Seiring dengan pengembangan infrastruktur gas bumi di wilayah DKI Jakarta, Sheila berharap bahwa pelanggan gas bumi juga semakin meningkat.

“Kami juga menjalankan penugasan dari pemerintah untuk mengembangkan gas bumi bagi masyarakat. Nilai lebih gas bumi yakni lebih aman, nyaman, ramah lingkungan, kami berharap masyarakat bisa melihat dari sisi ini, sehingga semakin banyak masyarakat yang berminat menggunakan gas bumi,” tutup Sheila.

Editor: Jayanty Nada Shofa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia