Jumat, 15 Mei 2026

Menko Perekonomian: Konflik Rusia Ukraina Sebabkan Ketidakpastian Ekonomi Global

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Mar 2022 | 17:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM secara daring, 7 Maret 2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM secara daring, 7 Maret 2022.

JAKARTA, investor.id - Konflik Rusia-Ukraina bisa berdampak ke Indonesia melalui dua jalur transmisi yaitu jalur finansial serta jalur perdagangan dan komoditas. Dampak dari ketegangan geopolitik ini dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya ketidakpastian baru atau Black Swan bagi ekonomi global

“Konflik kedua negara berdampak semakin tingginya inflasi energi pangan yang sebelumnya telah meningkat akibat pandemi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Outlook 2022 pada Selasa (22/3).

Airlangga mengatakan berdasarkan data Bank Dunia (World Bank), International Monetary Fund (IMF), Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 4,1% sampai 4,5% tahun ini.

ADVERTISEMENT

Dari jalur finansial diproyeksikan memiliki dampak terbatas sebab nilai tukar rupiah masih relatif terjaga di Rp 14.300 per US$. Bahkan Indonesia berpotensi diuntungkan jika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memperlambat atau menurunkan level penyesuaian suku bunga.

Kedua yaitu di jalur komoditas dan perdagangan, memang dalam jangka pendek kenaikan harga energi dan komunitas global berpotensi meningkatkan pendapatan ekspor. Tetapi dalam jangka panjang kenaikan harga komoditas bisa berdampak pada keberlangsungan fiskal.

Rusia merupakan salah satu pemasok energi terbesar di dunia dengan pasokan gas alam mencapai 16%, dan minyak 11% terhadap pasukan global. Rusia dan Ukraina merupakan salah satu penghasil utama gandum, pupuk, dan logam bahan baku industri seperti nikel dan paladium

“Dalam jangka menengah dan panjang akan memperlambat laju pemulihan dan meningkatkan inflasi domestik khususnya pangan, energi, pupuk serta input produksi yang berpotensi menyebabkan kelangkaan,” ucap Airlangga.

Pemerintah harus mengantisipasi dampak dari ketegangan geopolitik ini terhadap perekonomian nasional. Airlangga mengatakan pengendalian pandemi Covid, pemulihan ekonomi serta transformasi tetap menjadi prioritas agenda kebijakan pemerintah ke depan.

“Kebijakan yang akomodatif terhadap pemulihan, responsif, dan antisipatif terhadap risiko global yang berpotensi untuk tumbuh,” ucap Airlangga.

Menko Perekonomian mengatakan kondisi krisis mengajarkan berbagai hal termasuk membuka peluang, akselerasi, transformasi dan reformasi. Dengan kerjasama seluruh stakeholder Indonesia terbukti mampu melewati dan beradaptasi dari krisis pandemi.

“Kerja sama terus ditingkatkan hingga Indonesia tidak hanya melewati krisis namun memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk mencapai tujuan ekonomi dan pembangunan perekonomian,” ucap Airlangga.

Sebelumnya Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini mengatakan konflik antara Rusia dan Ukraina dinilai turut menghambat rantai pasok global (supply chain disruption). Bila perang terus terjadi dan banyak jalur supply global dan infrastruktur pelabuhan/airport rusak maka global supply chain akan terhambat. Padahal sebelum krisis Rusia dan Ukraina dunia baru saja berusaha pulih dari global supply chain crisis akibat pandemi Covid-19.

“Krisis Ukraina menambah goncangan bagi sisi penawaran untuk bahan-bahan komoditas,” ucap Eisha.

Perang Rusia dan Ukraina memberikan dampak global dengan ancaman krisis energi dan ancaman inflasi, termasuk dampak dari sisi demand and supply. Krisis saat ini telah mendorong naiknya harga minyak dunia menjadi di atas 100 US$ per barrel. Dalam beberapa hari terakhir sampai menyentuh 130 US$ per barrel. Pada saat yang sama juga terjadi kenaikan tinggi pada harga komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan batu bara.

“Khususnya gas bumi di mana Rusia dan Ukraina adalah eksportir dan pemain utama gas pasar global,” ucapnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia