Jumat, 15 Mei 2026

Dampak Perang Rusia-Ukraina, Modal Asing US$ 1,3 Miliar Keluar dari Indonesia

Penulis : Herman
13 Apr 2022 | 12:16 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),  Rabu,13 April 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu,13 April 2022

Jakarta, Investor.id – Meningkatnya ketidakpastian global akibat perang Rusia-Ukraina berdampak pada aliran modal asing ke pasar domestik. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, aliran modal asing keluar (net outflow) dari pasar keuangan domestik hingga 31 Maret 2022 mencapai US$ 1,3 miliar.

"Dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global, aliran modal asing ke pasar keuangan domestik mengalami tekanan di mana investasi portofolio mengalami net outflow sebesar US$ 1,3 miliar sampai dengan 31 Maret 2022," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (13/4/2022).

Sri Mulyani menyampaikan, tekanan net outflow ini bila dibandingkan dengan emerging market lainnya yang juga mengalami net outflow, angkanya masih relatif lebih rendah atau lebih baik.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada posisi Maret 2022 tetap pada tingkat yang tinggi capai US$ 139,1 miliar. Angka ini setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Standar ini berada di atas standar kecukupan internasional yang biasanya adalah sekitar dihitung 3 bulan kebutuhan impor. Jadi lebih dari dua kali lipat dari standar kecukupan internasional," jelas Sri Mulyani.

Untuk nilai tukar rupiah, kondisinya juga tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Nilai tukar rupiah pada triwulan I 2022 mengalami sedikit depresiasi sebesar 0,33% secara rata-rata dibandingkan posisi akhir 2021. “Depresiasi rupiah tersebut lebih rendah dibandingkan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya,” kata Sri Mulyani.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia