Jumat, 15 Mei 2026

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Inflasi Jadi Sorotan

Penulis : Triyan Pangastuti
9 Jun 2022 | 19:15 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD terpampang di pintu masuk markasnya di Paris, Prancis. ( Foto: AP Photo / Francois Mori )
Logo Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD terpampang di pintu masuk markasnya di Paris, Prancis. ( Foto: AP Photo / Francois Mori )

JAKARTA, investor.id – Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 4,7% dari sebelumnya 5,2%.

Penurunan proyeksi ini dipicu oleh peningkatan inflasi, imbas dari masalah disrupsi suplai global akibat ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

"Kenaikan inflasi, meredam daya beli konsumen dan permintaan barang tahan lama. Itu menyebabkan terjadinya kesenjangan output akan tetap besar,” tulis OECD dalam laporannya, Kamis (9/6/2022).

ADVERTISEMENT

Indonesia mengimpor sebagian besar kebutuhan energi dan beberapa makanan pokok seperti gandum dari Ukraina. Di sisi lain, wisatawan mancanegara dari Rusia juga menyumbang sebagian besar dari wisatawan asing yang melancong ke Indonesia. Ini juga dikhawatirkan akan mengurangi kinerja pariwisata Indonesia.

Dengan demikian, OECD memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada tahun ini sebesar 5,3% (yoy) atau lebih tinggi dari tahun 2021 yang sebesar 2,0% (yoy).

Sedangkan untuk komponen pertumbuhan lainnya, lembaga tersebut memperkirakan investasi tumbuh 3,8% (yoy), net ekspor bisa tumbuh 1,0% (yoy). Sebaliknya, konsumsi pemerintah diperkirakan terkontraksi 6,3% (yoy).

Ekspor dan impor juga diprediksi tumbuh double digit pada tahun ini, yakni masing-masing 13,1% dan 11%. Meski pertumbuhan ekonomi ini dipangkas, namun secara garis besar OECD menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik dari realisasi tahun lalu yang sebesar 3,7%.

Hal tersebut didorong oleh membaiknya kinerja ekonomi seiring penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, yang memberikan dampak pulihnya permintaan domestik serta pariwisata yang perlahan mulai bangkit dan dibuka oleh pemerintah.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia