Jumat, 15 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Rata-Rata Global, Pengamat Apresiasi Kinerja Pemerintah

Penulis : Harso Kurniawan
8 Aug 2022 | 21:42 WIB
BAGIKAN
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (14/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (14/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

JAKARTA, Investor.id - Pengamat ekonomi Mohammad Faisal mengapresiasi kinerja pemerintah di bidang ekonomi, seiring pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2022 yang mencapai 5,44%, melampaui rata-rata dunia.  Level itu melebihi ekspektasi dan perkiraan banyak kalangan.

“Ini menunjukan ekonomi Indonesia relatif resilien dibandingkan dengan banyak negara pesaing. Sebab, ketika tekanan global naik, banyak negara yang mengalami perlambatan ekonomi, bahkan beberapa masuk jurang resesi secara teknikal,” kata Faisal, Senin (8/8/2022).

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia ini menjelaskan, hasil itu tidak lepas dari bauran kebijakan di dalam negeri. Keberhasilan pemerintah menangani pandemi Covid-19 menjadi salah satu kebijakan penting dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan fiskal, seperti penambahan subsidi di bidang energi menjadi faktor lainnya yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pandemi Covid-19 bisa dikendalikan tahun ini. Selain itu, ada bauran kebijakan fiskal, termasuk penambahan subsidi energi, terutama BBM, listrik, dan gas, sehingga harganya tidak meningkat, Imbasnya, inflasi lebih bisa dikendalikan. Jadi, ini memang perlu diapresiasi,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Meskipun berhasil dalam mengendalikan inflasi saat ini, Faisal memberikan catatan bagi pemerintah terkait tantangan ekonomi ke depan. Pertama, ada ancaman resesi global yang akan berdampak pada penurunan permintaan (demand) barang-barang ekspor dari negara-negara mitra dagang, terutama negara-negara maju dan negara-negara besar. Imbasnya, kata dia, surplus perdagangan dan peranan ekspor terhadap PDB akan berkurang.

Kedua, kata Faisal, kemampuan pemerintah untuk tetap mengendalikan inflasi. Kuartal II-2022, inflasi mencapai 4,94% dan relatif dapat terkendali, karena konsumsi rumah tangga meningkat mencapai 5,5%.

“Ke depan, tekanan inflasi akan lebih besar kalau kemudian tidak diimbangi dengan kebijakan untuk meredam tekanan global,” kata dia.

Sebelumnya, apresiasi atas kinerja pemerintah dalam mengendalikan ekonomi juga disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin. Puteri mengatakan, tumbuhnya ekonomi Indonesia sebesar 5,44% tak lepas dari kinerja Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya bertujuan agar ekonomi bisa berputar.

“Ini termasuk konsistensi menjaga daya beli masyarakat di kelompok 40% terbawah, dengan menggenjot penyaluran program PEN, yang juga dinakhodai beliau, baik atas program perlindungan sosial maupun subsidi,” tutur Puteri.

Putri menuturkan, kebijakan Menko Airlangga yang  tak kalah penting adalah memberikan dukungan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dan pelatihan pekerja lewat Kartu Prakerja.  Belum lagi, sambung Puteri, keseriusan dalam mendorong keberjalanan Proyek Strategis Nasional, khususnya atas  proyek infrastruktur yang dapat memberikan efek pengganda bagi pembangunan wilayah dan nasional.

“Hasilnya, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang tertopang, tetapi mampu mengurangi tingkat kemiskinan secara nasional,” tandas Puteri.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia