Jumat, 15 Mei 2026

BI Mulai Seleksi Bank dan Perusahaan Sistem Pembayaran Besar Distribusi Rupiah Digital

Penulis : Triyan Pangastuti
25 Aug 2022 | 14:23 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya tengah menyeleksi perbankan maupun perusahaan-perusahaan sistem pembayaran terbesar untuk mendistribusikan rupiah digital secara grosir (wholesale).

Tahap ini merupakan bagian dari proses BI menerbitkan mata uang digital yang menjadi kewajiban Bnak Indonesia dalam merespons perkembangan teknologi digital termasuk aset kripto.

"Kita sedang dalam proses menyeleksi pemain terbesar di Bank, payment system company. Kita akan pilih dan mandatkan untuk mendistribusikan rupiah digital kita,” ungkapnya dalam Konferensi Internasional Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan (BMEB) ke-16 dan Call for Paper 20022, Kamis (25/8/2022).

ADVERTISEMENT

Perry menyampaikan, proses distribusi akan menggunakan Distributed Ledger Technic (DLT) yang dimiliki masing-masing. Hal ini untuk memastikan keamanan digital rupiah bagi pemiliknya.  Kemudian rupiah digital akan memiliki desain fitur keamanan dan coding spesifik layaknya uang rupiah kertas, sehingga khazanah rupiah digital akan dibangun selayaknya uang rupiah kertas.

"Platform distribusinya akan menggunakan DLT blockchain, dan perbankan terpilih nantinya akan punya dua akun, yakni akun digital dan akun standar," terangnya.

Menurutnya, keberadaan rupiah digital jadi salah satu bentuk kedaulatan negara yang jadi tanggung jawab bank sentral, khususnya saat dunia sedang berfokus pada isu digitalisasi.

"Kenapa kita harus mengeluarkan CBDC dan digital rupiah karena currency merupakan salah satu pilar kedaulatan negara. Tidak ada negara didunia yang tidak memiliki kedaulatan daripada mata uangnya, baik itu dolar Amerika Serikat, Euro, Yuan Tiongkok, juga rupiah. Itu mengapa Bank Indonesia perlu mencermati CBDC (central bank digital currency) dan sedang dalam proses merilis rupiah digital," tegas Perry.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia