Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi AS Tak Sesuai Ekspektasi, Menkeu Perkirakan The Fed Makin Hawkish

Penulis : Triyan Pangastuti
14 Sep 2022 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani  pada konferensi pers di Istana perihal kenaikan harga BBM dan pengalihan subsidi BBM, Sabtu, 3 September 2022. (Setpres)
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers di Istana perihal kenaikan harga BBM dan pengalihan subsidi BBM, Sabtu, 3 September 2022. (Setpres)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan Bank Sentral AS atau The Fed melanjutkan kebijakan hawkish hingga akhir tahun, lantaran indeks harga konsumen (IHK) negeri Paman Sam lanjutkan peningkatan hingga Agustus 2022 menjadi 8,3% (yoy).


Data inflasi tersebut lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya mencapai 8,1%. Hal ini pun dinilainya perlu menjadi kewaspadaan bagi semua pihak untuk tetap menjaga ekonomi domestik.

"Inflasi AS (Agustus) naik. Ini akan berimplikasi pada kebijakan The Fed yang akan semakin hawkish dalam kebijakan moneternya. Dinamika seperti ini harus kita terus liat"ucapnya dalam Rapat Panja bersama Banggar, Rabu (14/9).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan bahwa berbagai dinamika global tetap menjadi pertimbangan pemerintah dalam merumuskan asumsi makro RAPBN tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi disepakati 5,3% (yoy), inflasi diprediksi naik dari rancangan awal 3,3% menjadi 3,6%. Kemudian nilai tukar rupiah ada perubahan sedikit dari semula Rp 14.750 per dolar menjadi Rp 14.800 per dolar.

"Berbagai kebijakan ini akan terus diamati dan diantisipasi, kalau guncangan global bergerak ke arah yang sangat tidak diprediksi"ucapnya.


Sebagaimana diketahui, inflasi Amerika Serikat (AS) kembali melandai pada bulan Agustus 2022, meskipun masih jauh dari target Federal Reserve. Apabila dilansir Bloomberg pada Selasa (10/8), Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 8,3 persen pada Agustus 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Inflasi AS ini lebih rendah dari bulan Juli 2022 yang mencapai 8,5 persen yoy. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS mencapai 0,1%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia