Minggu, 21 Juni 2026

Cium Skandal Restitusi, Purbaya Minta BPKP Audit Periode Pengelolaan Era Sri Mulyani

Penulis : Addin Anugrah Siwi
4 Mei 2026 | 18:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (4/5/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (4/5/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan mencopot dua pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyusul pengelolaan restitusi pajak yang dinilai tidak terkendali. Keputusan ini diambil setelah investigasi internal menemukan adanya indikasi ketidakakuratan data dan pelaporan yang berdampak signifikan pada kebijakan fiskal negara.

Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Purbaya mengungkapkan, pencopotan ini merupakan sinyal keras bagi seluruh jajaran Kemenkeu untuk menjaga disiplin dan akurasi dalam menjalankan instruksi. Dia menyebut masalah utama bukan hanya pada besaran restitusi, tetapi pada informasi yang tidak akurat dari jajaran internal sehingga memengaruhi pengambilan keputusan fiskal.

ADVERTISEMENT

Message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada dua yang saya akan copot,” tegasnya.

Menkeu lantas mengakui adanya kesalahan estimasi dalam memproyeksikan total restitusi pada tahun anggaran sebelumnya. Berdasarkan laporan staf saat rapat internal, potensi restitusi disebut relatif kecil, namun realisasi di akhir tahun justru melonjak hingga berkali-kali lipat dari perkiraan tersebut.

“Tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan,” jelasnya.

Cium Skandal Restitusi, Purbaya Minta BPKP Audit Periode Pengelolaan Era Sri Mulyani
Target Penerimaan Pajak 2026. (Ilustrasi: Investor Daily)

Mengacu data Kementerian Keuangan, nilai restitusi pajak sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 361,2 triliun. Angka yang fantastis ini menyebabkan penerimaan pajak neto hanya menyentuh Rp 1.917,6 triliun, dari total penerimaan bruto yang mencapai Rp 2.278,8 triliun.

Tingginya restitusi bahkan berlanjut pada awal tahun ini. Per 31 Maret 2026, penerimaan pajak bruto tercatat Rp 518,2 triliun, namun penerimaan neto hanya Rp 394,8 triliun. Hal ini menunjukkan telah terjadi pengembalian pajak sebesar Rp 123,4 triliun hanya dalam kurun waktu satu kuartal.

Guna memastikan tidak adanya penyimpangan sistemik, Kementerian Keuangan telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan restitusi periode 2016–2025, era Menteri Keuangan Sri Mulyani. Audit ini diharapkan mampu memetakan celah kebocoran, termasuk pada sektor-sektor tertentu yang mencatatkan angka restitusi janggal.

Cium Skandal Restitusi, Purbaya Minta BPKP Audit Periode Pengelolaan Era Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) memberikan keterangan terkait peluncuran paket stimulus ekonomi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Purbaya memberikan contoh pada industri batu bara, di mana negara harus menanggung restitusi PPN sebesar Rp 25 triliun secara neto. “Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp 25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada yang enggak benar hitungannya,” ujar Purbaya.

Ke depan, Kemenkeu berkomitmen melakukan perbaikan sistem pengawasan dan pelaporan agar lebih transparan. Purbaya menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan yang merugikan penerimaan negara.

“Kalau ada yang tidak benar, siapa yang main, kita akan hantam,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia