Jumat, 15 Mei 2026

GAPKI: Ekspor Produk Sawit Naik, Stok Dalam Negeri Mulai Menurun

Penulis : Indah Handayani
17 Sep 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut ekspor produk sawit bulan Juli 2022 mencapai 2.705 ribu ton naik 371 ribu ton dari ekspor bulan Juni. Kenaikan terjadi pada CPO sebesar 174 ribu ton, olahan CPO sekitar 122 ribu ton dan biodiesel sekitar 23 ribu ton.

“Ekspor biodiesel naik secara konsisten sejak bulan Maret 2022 yang mungkin disebabkan permintaan yang meningkat akibat harga minyak bumi yang sangat tinggi,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono dalam keterangan pers, Jumat (16/9/2022).

Namun, Mukti mengatakan kenaikan ekspor Indonesia dan pasokan dari minyak nabati lainnya juga menambah pasokan di pasar dunia sehingga harga minyak nabati termasuk CPO CIF Rotterdam turun tajam dari US$ 1.507 per ton di bulan Juni menjadi US$ 1.240 per ton dan harga dalam negeri (FOB) turun dari Rp 10.523 per kg menjadi Rp 8.322 per kg.

ADVERTISEMENT

“Walaupun demikian, nilai ekspor produk minyak sawit mencapai US$ 3,800 miliar sedikit mengalami kenaikan dari US$ 3,768 miliar pada bulan Juni,” tambah Mukti.

Berdasarkan tujuannya, Mukti menyebut, kenaikan ekspor Juni ke Juli terbesar terjadi untuk tujuan India sebesar 158,4 ribu ton, yaitu dari 212,4 ribu ton menjadi 370,8 ribu ton. Diikuti oleh Amerika Serikat (AS) 127,1 ribu ton dari 95,0 ribu ton menjadi 223,1 ribu ton, Tiongkok 107,9 ribu ton dari 416,2 ribu ton menjadi 524,0 ribu ton, dan Malaysia 103,7 ribu ton dari 99,9 ribu ton menjadi 203,6 ribu ton.

Lebih lanjut Mukti mengatakan, konsumsi dalam negeri relatif normal. Konsumsi untuk industri pangan dalam negeri mencapai 937 ribu ton, 3 ribu ton lebih tinggi dari bulan Juni sebesar 934 ribu ton sedangkan kosumsi biodiesel naik dari 720 ribu ton menjadi 759 ribu ton. Angka tersebut naik sebesar 5,4%.

Mukti menambahkan, produksi CPO bulan Juli mencapai 3.465 ribu ton dan PKO 338 ribu ton naik 5,1% dari bulan Juni sebesar 3.297 ribu ton untuk CPO dan 322 ribu ton untuk PKO. “Kenaikan produksi CPO dan PKO sebesar 184 ribu ton dibarengi dengan kenaikan ekspor sehingga terjadi penurunan stok dari 6.688 ribu ton pada bulan Juni menjadi 5.905 ribu ton,” tutup Mukti.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia