Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga: Dampak Kenaikan BBM ke Inflasi Berlangsung Selama Empat Bulan

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Okt 2022 | 14:18 WIB
BAGIKAN
Menteri Koorinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
sumber: istimewa
Menteri Koorinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sumber: istimewa

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap kondisi inflasi akan berlangsung hingga empat bulan ke depan. Namun, pemerintah masih mengkaji dampak kenaikan BBM terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengutip data BPS pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,17% secara month to month. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 5,95%.

“Dari pengalaman serial setiap kali ada kenaikan BBM pasti akan menaikan inflasi. Namun, inflasi akan turun dalam tiga sampai empat bulan ke depan. Kami lihat serinya selalu demikian,” ucap Airlangga usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Kebijakan Satu Peta di Hotel Borobudur pada Selasa (4/10/2022).

ADVERTISEMENT

Airlangga menuturkan dalam kondisi inflasi saat ini pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam tiga kuartal terakhir pertumbuhan ekonomi sudah berada di atas 5% bahkan pada kuartal II-2022 sudah mencapai 5,44%. Salah satu indikator adalah purchasing manager index Indonesia yang sebesar 53,7 termasuk salah satu yang tertinggi bersama Thailand di Asia.

“Pertumbuhan ekonomi kita termasuk jadi yang paling tinggi di G20. Jadi itu membuktikan secara fundamental dan lebih baik,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bila melihat secara historis dampak kenaikan harga BBM pada inflasi berlangsung maksimum dua bulan, yaitu bulan sekarang dan bulan berikutnya bulan ketiga sudah melandai. Dia memberikan contoh pada Desember 2014 terjadi inflasi 2,46% sebagai akibat kenaikan harga BBM pada November 2014. Kenaikan harga BBM itu dampaknya tidak hanya di bulan bersangkutan tapi juga bisa berdampak kepada bulan-bulan berikutnya.

“Apakah itu terjadi ? Itu nanti tergantung tergantung dari bagaimana berbagai kebijakan pemerintah itu juga melalui bank Indonesia dan melalui pemerintah itu bisa mengendalikan inflasi di bulan berikutnya ,” kata Margo.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpendapat kondisi inflasi di bulan September belum mengkhawatirkan. Dia merinci ada empat tingkatan inflasi pertama yaitu inflasi ringan dengan posisi inflasi di bawah 10% dan belum terlalu berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Saya kira kita masih di bawah 10% masih ringan, mungkin ada terasa kenaikan tapi belum berpengaruh banyak pada sendi-sendi perekonomian kita. Tetapi kita harus waspada waspada dengan segala instrumen yang ada,” ucap Tito.

Kedua yaitu tingkat inflasi sedang dengan kisaran 11% sampai 30%. Kondisi inflasi ini sudah berdampak dan mengganggu pada sendi-sendi perekonomian. Ketiga yaitu tingkat inflasi berat dengan kisaran 30% sampai 100% .

“Terakhir adalah di atas 100% ini betul-betul tidak terkendali seperti Sri Lanka,” imbuh Tito.

Tito menghimbau seluruh aparat pemerintah daerah untuk menggunakan seluruh kebijakan yang ada mulai dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) , instrumen regulasi, peraturan daerah, dan peraturan kepala daerah untuk menjaga kestabilan harga barang. Pemerintah daerah harus menggunakan kebijakan secara maksimal untuk mengantisipasi kenaikan harga barang.

“Saya menghimbau untuk teman-teman daerah berkreasi, konkrit melihat akar masalahnya dan memberikan solusi,” tandas Tito.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia