Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Setuju RUU P2SK Penting bagi Ekonomi Indonesia

Penulis : Triyan Pangastuti
10 Nov 2022 | 12:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI terkait Pengantar RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), Kamis (10/11/2022). (Sumber: Youtube, Komisi XI DPR RI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI terkait Pengantar RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), Kamis (10/11/2022). (Sumber: Youtube, Komisi XI DPR RI)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah sepakat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DRP) bahwa Rancangan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) memiliki nilai strategis dan penting untuk proses pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, adil, dan berdaya saing.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa sektor keuangan yang kuat sangat penting dan strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk meningkatkan perekonomian Indonesia untuk menjadi negara maju menuju tingkat pendapatan tinggi adil dan merata.

Oleh karena itu, sektor keuangan harus memiliki fungsi intermediasi kuat, stabil, kredibel, dan inklusif. "Pemerintah setuju bahwa RUU P2SK memiliki nilai strategis dan penting bagi Indonesia," ucap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI terkait RUU P2SK, Kamis (10/11/2022).

Menkeu menyoroti, sektor keuangan di Tanah Air masih memiliki banyak permasalahan fundamental di antaranya proporsi aset sektor keuangan belum merata dan peran sektor perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan jangka pendek masih sangat dominan.

ADVERTISEMENT

"Porsi aset di industri keuangan nonbank diharapkan menjadi sumber dana jangka panjang untuk memberikan sumber pembiayaan pembangunan masih relatif kecil," sambung mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Adapun indikator-indikator sektor keuangan terhadap PDB Indonesia, tandas Menkeu, juga terpantau masih relatif rendah dibandingkan negara peers Asean 5. Di antaranya, aset bank per PDB masih sebesar 59,5% dan kapitalisasi pasar modal terhadap PDB baru mencapai 48,3%.

"Ini mengindikasikan bahwa penghimpunan dana masyarakat dalam industri keuangan masih sangat terbatas dan potensi pendalaman pasar masih sangat besar,” pungkas dia.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia