Kamis, 14 Mei 2026

Ramalan Nasib Saham BRPT

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Mei 2026 | 07:42 WIB
BAGIKAN
Prajogo Pangestu. (B-Universe Photo/YouTube Barito Pacific)
Prajogo Pangestu. (B-Universe Photo/YouTube Barito Pacific)

JAKARTA, investor.id – Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 14,86% ke Rp 2.280 pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026). Saham BRPT diborong.

Sebanyak 678,95 juta saham BRPT diperdagangkan, frekuensi 96.822 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 1,46 triliun. Investor asing membukukan net buy di saham BRPT sejumlah Rp 34,55 miliar.

Saham BRPT berbalik arah usai selalu berada di zona merah pada 6 sampai dengan 11 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menjadikan saham Barito Pacific (BRPT) sebagai salah satu saham pilihan untuk perdagangan Rabu (13/5/2026). Menurut broker efek tersebut, tendensi saham BRPT sedang konsolidasi,

Phintraco merekomendasikan trading buy saham BRPT dengan target harga 2.400 dan sell on strength di 2.480. Stoploss di bawah 2.000.

Di sisi lain, MSCI Inc akhirnya mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk indeks ekuitas MSCI pada 12 Mei 2026. Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.

Total enam saham dicabut dari MSCI Global Standard Index. Tapi tak ada nama PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang dikeluarkan dari indeks tersebut.

MSCI mengeluarkan enam saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Global Standard Index. Keenamnya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Namun AMRT dimasukkan ke perhitungan MSCI Small Cap Index.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia