Bahlil Waspadai Ancaman Ketegangan Geopolitik Tiongkok-Taiwan
BADUNG, investor.id - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meminta semua pihak untuk mulai mewaspadai ancaman ketegangan geopolitik Tiongkok dan Taiwan. "Yang harus kita khawatirkan adalah ketegangan geopolitik Tiongkok dan Taiwan," ujarnya dalam acara 'Launching & Introduction Bali Compendium & Sustainable Investment Guidelines' di Bali, Senin (14/11).
Apabila ketegangan di antara dua negara meningkat, maka akan memiliki dampak bagi ekonomi Indonesia khususnya aliran investasi hingga ekspor-impor. Hal ini mengingat kedua negara juga mitra dagang utama Indonesia.
Kekhawatiran tersebut berkaca dari kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja sejak perang Rusia-Ukraina. "Kondisi ini melahirkan ketidakpastian dan kecemasan. Pada akhirnya, akibat perang tersebut, dalam bahasa saya ekonomi gelap,"ucapnya.
Ditemui terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, ketegangan Tiongkok-Taiwan dapat signifikan mempengaruhi ekspor-impor Indonesia.
"Ya kebetulan Tiongkok-Taiwan ini kan salah satu mitra dagang kita yang sangat besar. Tentu kalau mereka ada bersitegang atau katakanlah perang misalnya, itu sudah pasti akan mengganggu ekspor-impor kita, dalam hal ini sangat signifikan," tuturnya.
Rambatan ini juga dirasakan berbagai negara termasuk Indonesia, disaat negara Eropa mengalami krisis. Lantaran menurunnya permintaan ekspor dari negara tersebut yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri.
Padahal disaat yang sama, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 tumbuh impresif yakni 5,72% (yoy). "Sektor padat karya kita itu ternyata sangat tergantung 100% dari buyer dari luar negeri, karena tidak ada buyer ya selesai, tidak ada mereka tidak jalan. Apalagi ke Tiongkok tinggi, juga ekspor impor Taiwan juga sangat mempengaruhi,"ucapnya.
Dengan demikian, ia berharap ketidakpastian global yang meningkat khususnya perang Rusia-Ukraina tidak berlanjut di tahun depan. Sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi global tahun depan lebih optimal.
Di sisi lain, Sarman mengingatkan agar semua pihak menjaga stabilitas ekonomi dan politik di tahun depan, mengingat tahun depan sudah memasuki tahun politik. "Mudah-mudahan stabilitas politik kita tidak gaduh sehingga tidak mengurangi niat investor masuk ke Indonesia," tutupnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





