Neraca Perdagangan Surplus Beruntun sejak Mei 2020
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022. Dengan ekspor sebesar U$ 24,81 miliar sementara impor mencapai US$ 19,14 miliar. Surplus neraca perdagangan sudah terjadi secara beruntun sejak Mei 2020.
“Neraca perdagangan Indonesia ini surplus selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (15/11/2022).
Setianto mengatakan surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus komoditas non migas. Surplus pada komoditas non migas mencapai US$ 7,66 miliar yang didorong oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), kemudian lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), bijih kerak dan abu logam (HS 26). Sementara untuk migas mengalami defisit sebesar US$ 1,99 miliar ini komoditasnya antara lain adalah minyak mentah dan hasil minyak.
Bila dilihat menurut mitra dagang, negara penyumbang surplus terbesar adalah India, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,66 miliar dengan India pada Oktober 2022. Nilai ekspor mencapai US$ 2,11 miliar sedangkan impor sebesar US$ 418,1 juta.
“Komoditas utamanya adalah untuk bahan bakar mineral (HS27),lemak dan minyak hewani dan nabati (HS15), besi dan baja (HS 72),” kata Setianto.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






