Jumat, 15 Mei 2026

Neraca Perdagangan Surplus Beruntun sejak Mei 2020

Penulis : Indah Handayani
15 Nov 2022 | 11:35 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022. Dengan ekspor sebesar U$ 24,81 miliar sementara impor mencapai US$ 19,14 miliar. Surplus neraca perdagangan sudah terjadi secara beruntun sejak Mei 2020.

“Neraca perdagangan Indonesia ini surplus selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (15/11/2022).

Setianto mengatakan surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus komoditas non migas. Surplus pada komoditas non migas mencapai US$ 7,66 miliar yang didorong oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), kemudian lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), bijih kerak dan abu logam (HS 26). Sementara untuk migas mengalami defisit sebesar US$ 1,99 miliar ini komoditasnya antara lain adalah minyak mentah dan hasil minyak.

ADVERTISEMENT

Bila dilihat menurut mitra dagang, negara penyumbang surplus terbesar adalah India, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,66 miliar dengan India pada Oktober 2022. Nilai ekspor mencapai US$ 2,11 miliar sedangkan impor sebesar US$ 418,1 juta.

“Komoditas utamanya adalah untuk bahan bakar mineral (HS27),lemak dan minyak hewani dan nabati (HS15), besi dan baja (HS 72),” kata Setianto.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia