Jumat, 15 Mei 2026

RI Dukung Penguatan Infrastruktur di Negara Berkembang

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Nov 2022 | 20:53 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka working session II Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). (Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka working session II Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). (Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden)

BADUNG, Investor.id - Indonesia mendukung penguatan pembangunan infrastruktur di negara-negara berkembang. Rencana memberikan dukungan ini seiring dengan adanya Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (Partnership for Global Infrastructure and Investment/PGII).

Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi krisis dunia berdampak pada ruang fiskal negara berkembang. Hal tersebut turut menyebabkan gangguan dalam rencana pembangunan infrastruktur di negara berkembang. Dia menekankan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur di negara berkembang. Pertama, dukungan harus country driven berdasarkan kebutuhan riil negara tujuan. Dalam hal ini konsultasi dan dialog dengan negara penerima harus menjadi pedoman utama.

“Pembangunan infrastruktur harus memberdayakan masyarakat dan ekonomi setempat, agar memiliki rasa kepemilikan yang tinggi disertai dukungan bagi negara berkembang untuk membangun kapasitas dan kemampuan mandiri,” ucap Presiden Joko Widodo usai peluncuran PGII G20, Selasa (15/11).

Menurutnya, dengan pemberian dukungan tersebut akan menjaga resilensi negara berkembang di tengah tantangan ekonomi global di masa mendatang. Pemerintah Indonesia juga sedang mendorong pemerataan pembangunan melalui pemindahan ibu kota ke Nusantara.

ADVERTISEMENT

“Langkah ini akan membuka peluang investasi sebesar US$ 20,8 miliar di berbagai sektor infrastruktur,” tuturnya.

Hal kedua yaitu upaya dukungan pembangunan infrastruktur ke negara berkembang harus berdasarkan paradigma kolaborasi. Oleh karena itu, membutuhkan keterlibatan lebih banyak pemangku kepentingan termasuk sektor swasta agar membawa manfaat nyata. “Saya percaya inisiatif seperti PGII akan semakin bermanfaat jika melibatkan sebanyak-banyaknya negara di dunia,” kata Jokowi.

Ketiga, PGII harus menghasilkan dukungan pembangunan berkelanjutan, termasuk lewat pembangunan hijau dan transisi energi. Presiden Joko Widodo mengatakan, negara berkembang paling rentan terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim. Sebagai Presidensi G20, Indonesia telah mendorong kerja sama nyata di bidang infrastruktur berkelanjutan dan pendanaan pembangunan.

“Indonesia sendiri juga bersungguh-sungguh mengembangkan industri hijau termasuk ekosistem industri mobil listrik sebagaimana yang mulai saksikan langsung di KTT Bali ini. Indonesia siap mendukung inisiatif PGII, harapan saya PGII dapat memperkuat hasil yang telah dicapai di G20,” kata Presiden Jokowi. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia