Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Dorong Creating Shared Value untuk Komoditas Berorientasi Ekspor

Investor.id
27 Nov 2022 | 06:23 WIB
BAGIKAN
Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (keempat dari kanan), Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso (kedua dari kanan), dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E Dardak (kelima dari kiri) menghadiri panen pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu, 26 November 2022.
Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (keempat dari kanan), Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso (kedua dari kanan), dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E Dardak (kelima dari kiri) menghadiri panen pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu, 26 November 2022.

Bondowoso, Investor.id – Pemerintah mendorong program pengembangan hortikultura berorientasi ekspor dengan pola Creating Shared Value (CSV). Program di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan sentra produksi komoditas unggulan daerah yang diarahkan untuk peningkatan ekspor dan substitusi impor melalui kerja sama kemitraan antara petani dan pelaku usaha.

Salah satu lokasi pengembangan hortikultura berorientasi ekspor komoditas pisang Cavendish di Desa Maskuning Kulon di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, telah berhasil melakukan panen perdana pada Sabtu (26/11).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi keberhasilan panen pertama pisang cavendish dan mendukung berbagai program pemerintah dalam upaya percepatan ekonomi di desa.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa panen perdana pisang Cavendish merupakan panen yang lebih cepat jika dibandingkan dengan panen pisang dalam program yang sama di Kabupaten Ponorogo, yakni hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 bulan.

ADVERTISEMENT

Penanaman Pisang Cavendish di Desa Maskuning Kulon dilakukan pada 29 Januari 2022. “Program ini kita inisiasi bersama-sama dan akan dilakukan di 11 kabupaten di Indonesia. Saat ini sudah berjalan di 8 kabupaten,” ungkapnya.

Susiwijono menambahkan, lahan di Desa Maskuning Kulon seluas 1,8 hektare yang ditanami sekitar 4.400 pohon. “Hari ini kita lihat panennya, dan termasuk yang paling bagus. Para petani di sini bisa melihat bahwa ini memang betul-betul program nyata yang secara ekonomi juga bisa menjadi harapan mereka,” jelasnya.

Pemerintah Dorong Creating Shared Value untuk Komoditas Berorientasi Ekspor
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso (kedua dari kanan), melakukan panen pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu, 26 November 2022.

Program tersebut, lanjutnya, bukan bagian dari corporate social responsibility (CSR), tetapi share value dengan petani karena konsep awalnya memang memberdayakan petani.

Secara terperinci, pelaksanaan Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor tersebut dilakukan di Kabupaten Tanggamus (Lampung), Kabupaten Jembrana (Bali), dan Kabupaten Bener Meriah (Aceh). Di Pulau Jawa, program tersebut dilakukan di Kabupaten Garut (Jawa Barat), Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), dan Kabupaten Bondowoso (Jawa Timur).

Sesmenko Susiwijono mencontohkan, salah satu peluang pasar pisang di Indonesia adalah Bali yang memiliki kebutuhan pisang paling tinggi karena dibutuhkan dalam upacara adat dan hotel sehingga dikirim kurang lebih 5.000 karton dari Lampung setiap minggu.

“Di Jawa Timur pun nanti tentu kita penuhi pasar domestiknya dulu, lalu kita bicara skalanya untuk ekspor, pasti untuk ekspor ada skala ekonominya,” ujar Susiwijono.

Dia menyampaikan bahwa Indonesia baru saja menembus pasar ekspor pisang ke Tiongkok, dan pisang tersebut akan diekspor dari Lampung. Berdasarkan nilai daya saingnya, pisang Indonesia jauh lebih kompetitif dibandingkan pisang dari Filipina.

“Ketahanan pangan menjadi salah satu isu prioritas dalam G20 dan juga menjadi lampiran dalam program-program G20 Bali Leaders’ Declaration kemarin. Karena itu, kalau ada program-program kemitraan Bumdes, dan sebagainya, kalau ada kesulitan dari skema pembiayaan, kita bisa duduk bersama. Karena ada banyak sekali komitmen dana yang justru kekurangan program konkretnya. Artinya, ditengah-tengah kondisi global yang tidak mudah, komitmen untuk membiayai ketahanan pangan luar biasa,” ungkapnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia