Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Desak Uang Pemda Rp 278 T di Bank Segera Dibelanjakan

Penulis : Nasori / Arnoldus Kristianus
30 Nov 2022 | 11:04 WIB
BAGIKAN
Jokowi
Jokowi

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak para kepala daerah baik bupati, walikota, maupun gubernur untuk segera membelanjakan uang pemerintah daerah (pemda) senilai Rp 278 triliun yang hingga kini masih diparkir di bank. Uang mengendap itu jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya di kisaran Rp 210-220 triliun.

Presiden menilai, besarnya uang mengendap pemda di perbankan itu sebagai sebuah ironi. Pasalnya, di satu sisi pemerintah pusat bekerja keras menarik dana asing masuk ke Tanah Air agar perputaran uang lebih banyak sehingga mendorong perekonomian, namun di sisi lain uang yang sudah ditransfer ke daerah dari pusat tidak dimanfaatkan.

“Pagi tadi kita cek uang (pemda) yang ada di bank masih Rp 278 triliun. Kita itu cari investasi agar dapat arus modal masuk, yang sudah ada di kantong nggak dipakai, ya percuma. Rp 278 triliun itu gedhe banget, gedhe banget, besar sekali,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022 Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada semua kepala daerah untuk segera membelanjakan dana yang telah ditransfer oleh Menteri Keuangan ke rekening kas daerah masing-masing. “Ini saya minta segera dibelanjakan. Memang realisasi biasanya di akhir tahun, di Desember. Tapi ini nddak, kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini sudah melompat tinggi sekali,” tandas Jokowi.

ADVERTISEMENT

Padahal, lanjut Jokowi, ada biaya dana (cost of money) yang harus ditanggung oleh pemerintah untuk mendapatkan dana-dana tersebut. “Ini cost of money kaya gini, biaya uang ini gedhe banget. Kalau caranya, kita nggak ngerti bahwa ini ada biaya. Tahun lalu di akhir Oktober itu masih di angka Rp 226 triliun. (Tahun) ini Rp 278 triliun,” papar dia.

Jokowi menyebutkan, bila dana Rp 278 triliun tersebut cepet dibelanjakan, akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah. “Hati-hati. Tadi sudah saya perintahkan ke Pak Mendagri, tolong cek satu per satu ada persoalan apa. Situasi sangat sulit, sangat sulit, tetapi malah uangnya di-diemin di bank, tidak dibelanjakan. Gedhe banget Rp 278 triliun itu,” ucap Presiden kembali menegaskan.

Jokowi menyebutkan, persentase realiasi belanja pemerintah daerah juga masih jauh di bawah pemerintah pusat, padahal tahun anggaran tinggal sebulan lagi. “Belanja nasional itu sudah masuk ke angka 76%, daerah baru 62%. Besok itu sudah Desember, hati-hati. Artinya kita pontang-panting cari arus modal masuk, cari capital inflow lewat investasi, tetapi uang yang ada di kantong sendiri tidak diinvestasikan. Ini hati-hati, ini keliru besar,” pungkas Jokowi.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia