Jumat, 15 Mei 2026

Secara Bulanan Terjadi Inflasi dari Deflasi, Ini Pemicunya

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Des 2022 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Telur Ayam. Foto: Investor Daily/ANTARA/Fikri Adin/Spt/12
Telur Ayam. Foto: Investor Daily/ANTARA/Fikri Adin/Spt/12

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, secara bulanan atau month to month (m-to-m), terjadi inflasi sebesar 0,09% pada November 2022. Angka ini menunjukkan kenaikan setelah sebelumnya deflasi sebesar 0,11% secara bulanan pada Oktober 2022.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan bahwa penyumbang utama inflasi bulanan pada November 2022 di antaranya adalah komoditas telur ayam ras, rokok kretek filter, dan tomat dengan andil masing-masing sebesar 0,02%.

“Komoditas yang menyumbang inflasi secara bulanan adalah telur ayam ras, rokok kretek filter, tomat, emas perhiasan, beras, tempe, dan tahu mentah,” kata Setianto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Kamis (1/12/2022).

ADVERTISEMENT

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar kepada inflasi bulanan adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 0,44% dan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m sebesar 0,03%. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m, yaitu emas perhiasan sebesar 0,01%.

Dari pemantauan BPS yang dilakukan di 90 kota inflasi terjadi di 62 kota dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 1,15%. Setianto mengatakan, inflasi di kota Ambon akibat kenaikan harga rokok kretek filter yang memberikan andil 0,23%, tarif angkutan udara dengan andil 0,08%, dan tempe dengan andil 0,08%.

Sedangkan deflasi terdalam yang terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,64%. Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi -0,19%, cabai merah yang memberikan andil 0,09%, cabai rawit, dan angkutan udara memberikan andil masing-masing 0,09 dan 0,02%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia