Jumat, 15 Mei 2026

Ginandjar: Semua Investasi Jepang Lancar

Penulis : Aris Cahyadi
4 Des 2022 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Ginandjar Kartasasmita dalam acara jamuan makan malam di Jakarta untuk menyambut delegasi pengusaha Jepang.
Ginandjar Kartasasmita dalam acara jamuan makan malam di Jakarta untuk menyambut delegasi pengusaha Jepang.

JAKARTA, investor.id – Politisi senior Ginandjar Kartasasmita menilai, semua investasi Jepang berjalan lancar dan sesuai rencana. Proyek-proyek strategis nasional Indonesia-Jepang juga berjalan sesuai rencana seperti MRT Jakarta, Pelabuhan Patimban, proyek proving ground, dan berbagai kegiatan kerja sama lainnya.

Hal itu disampaikan Ginandjar dalam acara jamuan makan malam di Jakarta untuk menyambut delegasi pengusaha Jepang. Turut hadir juga dalam kesempatan itu Wakil ketua DPR dan juga ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang Rachmat Gobel. Tak ketinggalan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi juga hadir.

“Saya gembira mencatat bahwa meskipun di tengah pandemi hubungan ekonomi kedua negara tetap berjalan, bahkan di bidang perdagangan telah terjadi peningkatan dalam dua tahun terakhir ini,” kata dia, Kamis (1/12/2022) malam.

Menurut Ginandjar, sejak pandemi Covid-19, mereka adalah delegasi pengusaha Jepang pertama yang datang ke Indonesia. Mereka dipimpin oleh Ketua Himpunan Persahabatan Jepang-Indonesia (Japinda), yang juga mantan perdana menteri Jepang, Yasuo Fukuda. Para pengusaha itu mewakili perusahaan-perusahaan besar di Jepang.

ADVERTISEMENT

Ginandjar menjelaskan, kunjungan Fukuda dan para pengusaha Jepang itu dapat memelihara momentum KTT G20 yang baru berlangsung dengan sukses di Bali. Hal tersebut juga makin memperkuat komitmen kerja sama dan persahabatan kedua negara yang telah berlangsung 64 tahun.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memetakan arah baru di atas landasan yang telah dibangun selama ini. Yaitu dengan perhatian kepada ekonomi hijau, ekonomi digital, dan ekonomi skala menengah-kecil,” ujar dia.

Ginandjar yakin banyak hal yang telah dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi maupun dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Di sini saya ingin memberi beberapa catatan khusus. Indonesia berpotensi menjadi ekonomi hijau yang besar, karena memiliki berbagai sumber daya alam yang berlimpah termasuk mineral untuk menjadi sumber bahan baku ekonomi hijau. Selain itu, di Indonesia sedang terjadi ‘digital boom’ yang akan mengubah pola bisnis serta memotori pertumbuhan ke masa depan, dan mengatasi masalah logistik yang menjadi penyebab ekonomi biaya tinggi selama ini,” papar dia.

Selain di bidang ekonomi, kata Ginandjar, faktor yang mendukung prospek masa depan yakni Indonesia telah menemukan jalan untuk memadukan demokrasi dengan reformasi ekonomi. “Di Indonesia telah terbentuk sistem politik pluralistik yang meskipun tidak sempurna tapi telah menghasilkan stabilitas politik dan harmoni sosial. Berbeda dengan banyak negara demokrasi lain. Presiden Jokowi berhasil membangun koalisi besar, yang disebut tenda besar, yang di dalamnya termasuk pesaing-pesaing politiknya,” jelas dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia