Hadapi 2023, Pelaku Bisnis Syariah dan Fintech Diminta Siapkan Mitigasi Risiko
JAKARTA, investor.id – Pelaku bisnis syariah dan financial technology (fintech) diminta harus memperhatikan dan menyiapkan mitigasi risiko agar bisnis yang dijalankan tetap survive di tahun 2023 yang dianggap penuh tantangan, seperti gejolak suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunya ekspektasi pertumbuhan ekonomi secara nasional.
“Belum lagi terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang sudah memasuki era Omnichannel, hal itu tidak bisa dicegah dan jelas akan sangat mempengaruhi pengambilan kebijakan dari para pelaku usaha di bisnis syariah dan fintech,” papar CEO Infoekonomi, Arief Munajad, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/12/2022).
Terkait kondisi itu, Infoekonomi dan Tras N Co Indonesia berinisiasi memberikan apresiasi kepada pelaku bisnis syariah dan fintech berizin resmi yang telah membuktikan sebagai motor-motor penggerak ekonomi nasional yang peran strategisnya dapat dikontribusikan.
Penghargaan ini, lanjut Arief, merupakan booster bagi para peraihnya, mengingat selain menjadi bentuk apresiasi yang menunjukkan kepada dunia bahwa di tengah situasi ekonomi yang masih serba tidak pasti, masih ada champion-champion dari sektor syariah dan fintech sebagai pemberi insight kepada seluruh pelaku usaha.
“Masih ada kinerja positif khususnya di dua sektor ini yang mampu meningkatkan daya saingnya, sehingga penganugerahan Top Corporate Finance Award 2022 ini menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku usaha untuk tetap memiliki semangat dan melihat prospek positif untuk terus mengembangkan bisnisnya di tahun depan dan tahun-tahun mendatang,” tegas Arief.
Sementara CEO Tras N Co Indonesia, Tri Raharjo mengatakan masyarakat dan berbagai pihak eksternal lainnya sangat berkepentingan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan sektor bisnis syariah dan fintech dalam kinerja perusahaannya dan seberapa popular brand atau corporate awareness-nya di ranah digital.
Dirinya mengatakan, melalui riset yang dilakukan pada Agustus hingga Oktober 2022 pihaknya mengungkap perusahaan-perusahaan tersebut melalui kinerja keuangan yang baik berdasarkan tiga parameter penilaian, yaitu Digital Corporate Brand Awareness Aspect, Revenue Aspect dan Nett Profit Aspect. Sementara untuk perusahaan Fintech Lending, penilaian dilakukan berdasarkan total pembiayaan tersalurkan dan total penerima pembiayaan periode riset berjalan.
Perusahaan di sektor bisnis syariah dan finansial teknologi yang secara data dan kriteria yang telah ditetapkan berhasil meraih total skor mimimum yang ditentukan, berhak mendapatkan penghargaan.
“Kami berharap, penghargaan ini nantinya akan mampu menjadi stimulus perusahaan untuk semakin berkembang dan menjadi kontribusi positif dalam tujuan perusahaan secara keseluruhan,” tutup Tri.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT BPR Syariah Al Mabrur Klaten, M. Hanny Naufal mengucapkan syukur atas penghargaan yang diterima oleh Bank Syariah Al Mabrur. Dirinya mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan performa perusahaan dan kinerja corporate.
“Tentunya menjadi upaya kami untuk meningkatkan inovasi produk digital banking serta performa bisnis bank yang terus mengalami pertumbuhan positif dan sehat dan tentunya untuk meningkatkan peran dan kontribusi Bank Syariah Al Mabrur dalam perekonomian daerah maupun nasional,” ujar M. Hanny Naufal.
Dalam acara penganugerahan ini, yang berhak menyandang apresiasiTop Coeporate Finance Award 2022 yaitu; PT Astra Welab Digital Arta (MAUCASH), PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RUPIAH CEPAT), PT BPR Syariah Al Mabrur Klaten (Bank Syariah Al Mabrur), Unit Usaha Syariah PT Bank DKI, Unit Usaha Syariah PT BPD Kalsel dan berbagai perusahaan lainnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

