Jumat, 15 Mei 2026

2023, Pengamat Prediksi Antam Bisa Tumbuh 10%

Penulis : Imam Suhartadi
27 Des 2022 | 07:14 WIB
BAGIKAN
Pengolahan Bijih Nikel oleh Antam
Pengolahan Bijih Nikel oleh Antam

JAKARTA, investor.id Tahun depan akan jadi tahun yang berat karena isu resesi global dan perkembangan geopolitik . Namun siapa sangka tahun depan justru akan jadi tahun yang baik bagi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) dan mengalami pertumbuhan penjualan.

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan emas merupakan precious metal sebagai safe haven, dan bukan industrial metal yang permintaan justru melemah saat resesi. Sehingga Lukman memprediksi ANTM akan bullish tahun depan. 

"Prospek permintaan emas fisik yang terus meningkat terutama pembelian oleh bank sentral akan menjadi katalis baik. Ditambah lagi,  dengan meredanya kenaikan suku bunga tahun depan dan ekonomi yang akan mengalami perlambatan hingga resesi, harga emas diperkirakan akan naik paling tidak hingga $1900 per troy ounce," ungkap Lukman dalam keterangannya, Selasa (27/12/2022).

Bukan cuma itu, dari sisi harga emas yang diperkirakan masih akan terus naik, dan penjualan emas adalah penyumbang terbesar pada pendapatan ANTM.

ADVERTISEMENT

"Saya melihat kinerja akan lebih baik tahun depan, baik dari sisi harga emas maupun produksi bahkan pendapatan ANTM bisa tumbuh pada kisaran 5% hingga 10%," jelas Lukman.

Namun Lukman juga mengingatkan untuk mewaspadai kebijakan suku bunga Federal Reserve yang walau diperkirakan masih akan tetap tinggi akan menekan appetite untuk emas. Namun apabila inflasi berhasil turun lebih cepat dan ekonomi mengalami perlambatan yang siknifikan, maka the Fed mungkin akan menurunkan suku bunga lebih awal.

Hingga kuartal III 2022, ANTM mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih periode berjalan Rp 2,63 triliun. Laba emiten BUMN ini tumbuh 54% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 1,71 triliun. Laba bersih per saham dasar ANTM naik menjadi Rp 109,31 dari sebelumnya Rp 71.18.

Kenaikan laba bersih ANTM sejalan dengan kenaikan pendapatan. Emiten pertambangan ini mencatatkan nilai penjualan Rp 33,68 triliun, tumbuh 27% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 26,48 triliun.

Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan proporsi 70% terhadap total penjualan ANTM. Nilai penjualan emas ANTM mencapai Rp 23,53 triliun.

Kedua adalah feonikel sebesar Rp 4,91 triliun atau 15% dari total penjualan konsolidasian ANTM. Pada posisi ketiga, ada penjualan bijih nikel dengan kontribusi penjualan Rp 3,56 triliun.

Sementara, penjualan Bauksit dan Alumina mencapai Rp 1,44 triliun atau tumbuh 50% secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 959,24 miliar.

Penguatan profitabilitas segmen tecermin pula pada capaian laba bersih periode berjalan segmen bauksit dan alumina yang mencapai Rp 227,16 miliar pada kuartal III-2022, saat perusahaan berhasil membalikkan arah dari keadaan rugi bersih pada 9M21 sebesar Rp 507,38 miliar.

Ditambah lagi, tingkat pinjaman ber-bunga ANTM pada akhir kuartal III/2022 mencapai Rp 4,22 triliun, turun 28% dari posisi pinjaman pada 31 Desember 2021 sebesar Rp 5,87 triliun. Soliditas posisi keuangan ini juga diapresiasi oleh pihak independen yang tercermin dari Corporate Credit Rating S&P Global ANTM tahun 2022 dengan capaian rating “B+/outlook Positif”.


 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia