Jumat, 15 Mei 2026

BASF-Eramet Finalisasi Investasi Smelter Nikel di Indonesia Rp 39 T untuk Baterai EV

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Jan 2023 | 22:10 WIB
BAGIKAN
Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang di salah satu perusahaan pertambangan. (ANTARA FOTO/Jojon/foc)
Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang di salah satu perusahaan pertambangan. (ANTARA FOTO/Jojon/foc)

JAKARTA, investor.id – BASF (Jerman) dan Eramet (Prancis) tengah menyelesaikan kesepakatan investasi senilai US$ 2,6 miliar atau setara Rp 39 triliun untuk fasilitas smelter nikel di Indonesia yang akan digunakan dalam produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kata pejabat Indonesia yang dikutip Reuters, Rabu (18/1/2023).

Pengumuman itu muncul saat Indonesia telah mendekati perusahaan global untuk membangun fasilitas produksi baterai kendaraan listrik dan mobil listrik dengan mengeksploitasi sumber daya nikel.

“Investasi pada proyek ini bernilai 2,4 miliar euro (US$ 2,59 miliar),” ungkap Kementerian Investasi, yang mengutip Kepala Eksekutif BASF Martin Brudermuller.

ADVERTISEMENT

"Kami ingin menyampaikan bahwa kesepakatan kami dengan Eramet sedang dalam tahap akhir. Keputusannya kemungkinan pada paruh pertama tahun 2023," jelas kementerian tersebut mengutip Brudermuller.

Megaproyek tersebut akan dikembangkan di Weda Bay, Indonesia, untuk memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) dari nikel melalui pabrik dengan teknologi high pressure acid leach (HPAL). MHP digunakan dalam baterai kendaraan listrik.

Rencana investasi BASF dan Eramet sejalan dengan ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kendaraan listrik kelas dunia, kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Indonesia juga telah menyelesaikan perjanjian dengan BYD Group (Tiongkok) dan Tesla untuk berinvestasi di fasilitas produksi kendaraan listrik.

Sementara itu, Eramet berencana membangun pabrik baru yang ditargetkan mulai berproduksi pada awal 2026. Kapasitas produksinya hingga 67.000 ton nikel dan sekitar 7.000 ton kobalt per tahun.

Namun, BASF dan Eramet tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia