Harga Bawang Merah Tembus Rp 60 Ribu per Kilo; Minyakita Rp 17 Ribu di Jepara
JEPARA, investor.id - Harga sejumlah kebutuhan pokok (bapok) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir ini mengalami peningkatan.
Berdasarkan pantauan BTV di Pasar Jepara 2, terjadi lonjakan harga bawang merah yang semula Rp 30.000/kilogram, kini mencapai Rp 60.000/kilogram.
Selain bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih, cabai rawit merah, minyak goreng dan beras.
Harga bawang putih naik dari harga Rp 25.000/kilogram, berubah menjadi Rp 30.000/kilogram. Cabai rawit merah yang semula Rp 40.000/kilogram, kini menjadi Rp.50.000/kilogram.
Sementara minyak goreng kemasan dengan merk Minyakita yang telah dipatok oleh Pemerintah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000/liter, kini menjadi Rp17.000/liter.
Sementara minyak goreng curah dijual Rp 16.000/kilogram dari harga sebelumnya Rp 12.000/kilogram.
“Sekarang yang naik tinggi itu bawang merah. Kalau dulu bawang merah antara 30 ribu atau 35 ribu, sekarang 60 ribu sekilonya. Lalu cabai merah dulu 40 ribu sekarang 50 ribu. Minyak goreng juga dulu 14 ribu sekarang 17 ribu. Ya kenaikan ini karena cuaca buruk, hujan, banjir jadi hasil panennya tidak bagus,” jelas pedagang sembako, Nikmatul Khotimah, pada Sabtu (11/02/2023).
Sedangkan harga beras premium kini dijual dengan harga Rp 13.000/kilogram dari harga awal Rp 11.500/kilogram. Harga beras medium dari Rp 10.000/kilogram, kini menjadi Rp 11.500/kilogram. Harga beras premium super dijual dengan harga Rp 16.000/kilogram dari harga semula Rp 14.500/kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok itu dipicu akibat curah hujan yang tinggi, sehingga hasil panen tidak memuaskan.
“Harga beras naik lagi. Kalau yang premium eceran sebelumnya 11.500, sekarang 13.500. Beras medium dari 10.000, sekarang 11.500. Beras mentik wangi dari Klaten sebelumnya 14.500, sekarang 16.000,” sebut pedagang beras, Isnanto.
Peningkatan harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan masyarakat, terutama para pedagang kuliner. Meski harga kebutuhan pokok melonjak, para pedagang kuliner tidak turut serta menaikan harga makanan yang dijual, sehingga pendapatan menurun.
“Ya banyak pengaruhnya, keuntungannya semakn menipis. Bahan baku naik,harga jual tidak bisa naik. Sekarang juga banyak pesaing. Jadi pelaku kuliner ya pemasukannya tipis,” ungkap pedagang kuliner, Mujazin.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

