Sabtu, 4 April 2026

Pengguna Pemanas Air di Indonesia Baru 5%

Penulis : Fajar Widhiyanto
13 Feb 2023 | 20:22 WIB
BAGIKAN
Emanuele Stano,  Vice President Asia Ariston Group. Foto: Majalah Investor/Fajar Widhiyanto
Emanuele Stano, Vice President Asia Ariston Group. Foto: Majalah Investor/Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id – Alasan iklim di Indonesia yang hanya terdiri atas dua musim, yakni musim hujan dan musim panas, plus ditambah dengan kondisi perubahan iklim yang membuat suhu udara dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, membuat pasar produk pemanas air di Indonesia masih sangat terbatas di angka 5%. Hal ini disampaikan oleh Emanuele Stano, Vice President Asia Ariston Group saat pembukaan Ariston One Stop Solutions di Jakarta, Senin (13/2/2023).

Ariston Group, atau Ariston Holding NV sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi sistem pemanas dan produk terkait yang berbasis di Italia. Ariston sejauh ini membawahi sejumlah brand seperti Ariston, Chaffoteaux, Elco, Racold, Régent, Atag, NTI, HTP, Cuenod, Ecoflam dan Thermowatt.

“Di Asia Tenggara, pengguna pemanas air tertinggi ada di Vietnam. Bisa dipahami karena Vietnam memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Penjualan Ariston di Asia Tenggara pun didominasi oleh Vietnam sehingga kami memutuskan untuk membangun fasilitas produksi di sana. Sementara Indonesia menduduki peringkat kedua untuk penjualan produk pemanas air. Walaupun angka pengguna pemanas air masih berkisar di angka 5% di sini,” kata Emanuele.

Rendahnya angka pengguna di Indonesia justru menjadi peluang bagi Ariston untuk perluasan pasar. Menurut Emanuele, pemanas air tak melulu digunakan untuk menyiasati suhu dingin saat mandi. Namun pemanas juga dibutuhkan untuk alasan kesehatan bagi kelompok orang tertentu, dan amat dibutuhkan bagi para lansia yang sangat sensitif pada suhu dingin.

Advertisement

“Pasar Indonesia merupakan pasar yang strategis dan amat menjanjikan. Penetrasi masih rendah, karena tak banyak yang menggunakan pemanas karena kondisi cuaca, dan kebiasaan masyarakat. Kehadiran Ariston di Indonesia didukung edukasi yang meningkat dan tingginya populasi, amat menjanjikan untuk prospek ke depan,” imbuh Emanuele.

Bicara soal pangsa pasar, Emanuele mengaku tak bisa menyebut angka pasti, karena belum terbentuknya asosiasi produsen atau retailer pemanas seperti yang ada di Eropa. Namun ia yakin penguasan pasar Ariston jauh di atas 50%.

“Bisa jadi mendekati 60%-70% tergantung dari kawasannya. Ini data yang kami dapat dari modern trade. Memang belum ada data resmi karena belum ada asosiasi yang mengumpulkan data penjualan seperti di Eropa,” paparnya.

Namun Erwin Lim selaku Managing Director Ariston Indonesia dalam kesempatan sama menegaskan bahwa Ariston menjadi penguasa pasar khusus untuk pemanas elektrik. "Untuk jenis produk electric, kami punya pangsa pasar 71%. Produk pemanas ada bermacam-macam kan, ada yang renewable, solar, heat pump, dan electric storage heater. Electric storage heater kita punya pangsa pasar 71%. Sebelum pandemi 80%, sempat turun jadi 65% saat pandemi, dan sekarang naik lagi jadi 71%,” kata Erwin.

Pada Senin (13/2/2023), Ariston Indonesia secara resmi membuka gerai One Stop Solution Services pertamanya. Dicabutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) memberikan ruang bagi masyarakat untuk dapat kembali aktif melakukan kegiatan tatap muka. Ariston melihat hal ini sebagai momen tepat untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen melalui ketersediaan tempat yang memungkinkan pelayanan secara tatap muka dilakukan.

Lebih lanjut, gerai Ariston One Stop Solution Services yang berlokasi di area Glodok, Jakarta Barat ini dinilai strategis melihat target demografi Ariston Indonesia, serta terpusatnya lokasi pencarian perangkat elektronik dan sanitary di daerah Pinangsia, khususnya peralatan rumah tangga.

Pembatasan kegiatan selama pandemi menyebabkan konsumen hanya mendapatkan pelayanan melalui daring (online). Meskipun dianggap efektif dalam menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai daerah, namun pelayanan daring belum bisa memenuhi aspek-aspek fundamental dalam melayani pelanggan seperti di antaranya adalah membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan pelanggan. Pelanggan menganggap bahwa pelayanan tatap muka menjadi satu aspek yang dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap sebuah merek. Ariston Indonesia menggunakan keadaan ini dengan menciptakan pengalaman tatap muka yang optimal, mulai dari tim pelayanan pelanggan yang profesional hingga desain gerai yang memberikan kenyamanan berkunjung para pelanggan.

“Sesuai dengan tagline kami, yaitu The Home of Sustainable Comfort, kami ingin setiap konsumen mendapatkan kenyamanan menyeluruh tidak hanya melalui produk pemanas air kami yang inovatif, namun juga pelayanan lengkap yang dipersonalisasi dengan dukungan desain gerai yang mengutamakan kenyamanan, tentu semua ini agar kami lebih mengenal para pelanggan dan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap Ariston,” jelas Danu Hermawan, Parts & Service Director Ariston Indonesia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 26 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 29 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 42 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 50 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia