Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga: Hilirisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Penulis : Herman
14 Feb 2023 | 10:49 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2023.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2023.

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, hilirisasi komoditas yang telah dimulai Indonesia tidak hanya berhenti di nikel.

Ke depan, terang dia, direncanakan untuk melarang ekspor bijih mineral lainnya, terutama bijih timah, tembaga, dan bauksit. "Ini adalah mineral strategic. Seluruh dunia bicara mineral strategic sebagai supply chain," kata Airlangga dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (14/2/2023).

Guna mendukung kebijakan hilirisasi, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastrukturnya. Di antaranya, Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), perbankan bisa menyiapkan bullion bank atau bank emas, yaitu bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia, termasuk ekspor impor hingga proses penyimpanannya.

ADVERTISEMENT
Airlangga: Hilirisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Jakarta, Selasa (14/2/2023).

"Kita menyerupai Pegadaian punya deposit 70 ton emas, tetapi hanya dikilo saja, taruh di gudang, dan inventori. Sekarang 70 ton ini divaluasi. Kalau 70 ton ini nilainya dengan hari ini, ini tentu billion dollar. Sebagai contoh, hilirisasi dari Freeport. Sekarang dibangun smelter, itu bisa menghasilkan 50 ton emas dan ini harganya US$ 3,5 miliar. Kalau sebelumnya, tidak bisa jadi neraca perbankan dan sekarang menjadi neraca perbankan. bullion bank ini dalam P2SK sudah ada dan disiapkan," tutur Airlangga.

Kebijakan pendukung hilirisasi industri lainnya yang dilakukan pemerintah mulai dari menyediakan infrastruktur industri atau pengembangan kawasan industri yang memadai, menciptakan lingkungan usaha industri yang kondusif melalui UU Cipta Kerja, perizinan usaha berbasis risiko, online single submission (OSS), dan sebagainya.

Kebijakan lainnya adalah insentif dan disinsentif fiskal, penyedia teknologi, membangun sumber daya manusia yang maju, serta menyediakan mesin industri.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 52 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia