Jumat, 15 Mei 2026

Ini Cara Freeport Indonesia Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Penulis : Rangga Prakoso
14 Feb 2023 | 18:52 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air. Komitmen itu terlihat dari penyelesaian proyek fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga di Manyar, Gresik, Jawa Timur pada pertengahan 2024.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, tembaga menjadi salah satu komponen penting dalam ekosistem kendaraan listik berbasis baterai. Kebutuhan tembaga untuk kendaraan listrik lebih banyak 4 sampai 5 kali dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, tembaga juga diperlukan sebagai bahan baku dalam pembangkit energi terbarukan.

Sebagai contoh, kata Tony, pembangkit listrik tenaga air membutuhkan 1,5 ton tembaga untuk kapasitas per 1 megawatt (MW). Begitu pula dengan panel surya yang membutuhkan 3 ton sampai 4 ton tembaga tiap megawatt.

ADVERTISEMENT

"Tembaga menjadi salah satu mineral utama untuk mendukung energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik," kata Tony dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (14/2/2023).

Tony menuturkan, Freeport Indonesia memiliki smelter yang menghasilkan katoda tembaga. Smelter pertama telah beroperasi sejak 1998 bersama dengan Mitsubishi itu berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Namun, smelter ini hanya menyerap 40% produksi konsentrat tembaga Freeport Indonesia.

Kini, Freeport Indonesia sedang membangun smelter kedua dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga. Smelter yang berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur progres pembangunannya mencapai 54% pada Januari 2023. Progres ini 2% lebih tinggi dibandingkan rencana pembangunan dalam kurva S yang ditetapkan bersama pemerintah.

"Sekarang ini bangun smelter kedua yang memang disyaratkan Presiden dan IUPK kita di 2018 dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga," ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia