Harga Bahan Pokok Naik nih, Bagaimana Nanti Bulan Puasa?
JAKARTA, investor.id – Harga bahan pokok merangkak naik. Meskipun kenaikannya belum drastis, pedagang tetap khawatir bakal terjadi lonjakan harga ketika bulan puasa nanti.
Dalam sepekan terakhir, harga bawang putih di pasar Mampang, Jakarta Selatan, naik Rp 10 ribu. Biasanya harga bawang putih berkisar Rp 50-60 ribu per kilogram (kg), tapi kini naik menjadi Rp 70 ribu per kg.
“Untuk bawang merah masih terjangkau. Harga sekilonya Rp 45 ribu, sekarang jadi Rp 50 ribu," tutur seorang pedagang bernama Ian.
Selain bawang, harga cabai rawit juga naik Rp 10 ribu dari biasanya yang sebesar Rp 70 ribu. "Kalau minyak goreng sekarang yang masuk minyak goreng merek Mitra. Kalau Minyakita sudah tidak ada lagi. Harganya Rp 34 ribu untuk 2 liter," ungkapnya.
Lebih lanjut Ian mengatakan, terjadi kenaikan jumlah pembeli 4-5 orang per hari dibanding hari biasa. Hal ini umum terjadi menjelang bulan puasa, karena banyak masyarakat mulai menyimpan stok bahan pokok sebelum harga melonjak.
Selain itu, kenaikan harga juga diungkapkan pedagang daging sapi dan kambing. Menurut Sibarudin, kenaikan harga daging kambing sudah mulai terjadi sejak Jumat (17/2/2023).
"Kenaikannya baru Rp 2 ribu dari harga Rp 15.500 per 100/gram. Tapi biasanya akan semakin naik jelang puasa nanti," ungkap Sibarudin.
Sementara itu, harga daging sapi juga naik Rp 14 ribu per 100/gram. "Biasanya puasa hari ke-15, harga turun. Lalu 10 hari jelang lebaran, naik lagi. Karena masyarakat banyak yang pulang, jadi harga turun karena tidak ada pembeli," ujarnya.
Sibarudin menjelaskan, umumnya pembeli yang sudah berlangganan akan terbiasa dengan harga tersebut. Namun, hal sebaliknya berlaku bagi pembeli baru. "Kalau yang biasa, ya tidak ngeluh. Tapi kalau ibu rumah tangga yang tidak langganan, biasanya ngomel," lanjutnya.
Sementara itu, kenaikan juga terjadi untuk harga jual beras. Menurut Suharmi, sepekan ini kenaikan harga beras telah melonjak hingga Rp 200 ribu per kuintal. "Untuk merek menengah, biasanya Rp 1 juta per kuintal, ini sudah Rp 1,2 juta," jelasnya.
Meskipun pasokan beras dirasa cukup, Suharmi tetap heran mengapa kenaikan terus terjadi. "Pasokan banyak, tapi harga tetap naik. Bahkan tahun lalu kenaikan tidak setinggi ini," ujarnya.
Ia juga mengeluhkan kondisi ini akan mencekik para pedagang, khususnya mereka yang berjualan di pasar tradisional. "Pedagang cukup kesulitan untuk menjual ke masyarakat. Kebetulan saya berdagang sudah cukup lama, ada perbedaan yang luar biasa tinggi. Saya berharap semoga ke depan ada kebijakan untuk kami, sehingga keuntungan bisa cukup untuk keluarga," pungkasnya.
Berita ini juga telah ditayangkan di Beritasatu.com dengan judul Harga Bahan Pokok Merangkak Naik Jelang Bulan Puasa
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





