Jaga Ketahanan Pangan, Pemerintah Anggarkan Rp 104,2 T
JAKARTA, investor.id – Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 104,2 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menjaga agar inflasi dapat mencapai target 3 plus minus 1% di tahun 2023. Momentum untuk pemulihan ekonomi nasional dan inflasi yang terjaga diharapkan menjadi fondasi untuk perekonomian di tahun 2023.
“Dari anggaran ke ketahanan pangan ada Rp 104,2 triliun itu ada di K/L maupun non K/L. Ke depan pemerintah dan Bank Indonesia(BI) baik tingkat pusat maupun daerah mendorong Sinergi agar inflasi tetap dalam sasaran tahun 2023,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) yang berlangsung secara hibrida di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (20/02/2023).
Pemerintah memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah terus dilanjutkan melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pusat (GNPIP) di berbagai daerah.
Airlangga mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan beras. Dengan target komponen inflasi harga bergejolak (volatile food) di kisaran 3% sampai 5%. Dia menuturkan pemerintah akan melakukan perkuatan ketahanan pangan dengan akselerasi implementasi lumbung pangan, perluasan kerjasama antar daerah, memperkuat data ketersediaan pangan untuk mendukung pengendalian inflasi.
“Serta memperkuat komunikasi, dan juga untuk mendukung ekspektasi dari inflasi masyarakat,” imbuh Airlangga.
Pemerintah dan BI juga menjalankan GNPIP melalui kegiatan pasar murah, kerjasama antar daerah, subsidi ongkos angkut, gerakan tanam cabai, replikasi model bisnis, alsintan, dan digitalisasi
“GNPIP telah berhasil menurunkan inflasi dari 11,7 di tahun lalu sampai 5,61% dengan tema GNPIP tahun ini adalah sinergi dan inovasi untuk stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional dan akan ada Kick Off nanti pada 5 Maret di Sulawesi Selatan,” kata Airlangga.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tekanan inflasi berlanjut turun dan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 tercatat rendah 0,34% (mtm) atau 5,28% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,51% (yoy).
BI meyakini inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3 plus minus 1% pada semester I 2023 dan inflasi kembali ke dalam sasaran 3 plus minus 1% pada semester II 2023. Sebelumnya BI memperkirakan inflasi inti bisa bergerak sampai 3,7%. Namun kondisi pada Desember dan Januari 2022 menunjukan inflasi inti bergerak lebih rendah dari yang diperkirakan,
“Kami perkirakan inflasi ini paling tinggi di semester I 2023 3,6%. Sementara itu inflasi akan kembali di bawah 4% mulai September 2023. Inflasi ini ada pengaruh based effect setelah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di tahun 2022. Begitu based effect hilang inflasi akan kembali di bawah 4% . Kami perkirakan inflasi 3,5% di semester II nanti,” kata Perry. (ark)
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






