Tekan Inflasi, Mendagri Himbau Pemda Aktif Berperan Jaga Harga Pangan
JAKARTA,investor.id - Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk berpartisipasi aktif dalam menangani inflasi, khususnya dari sisi gejolak harga pangan. Penanganan inflasi harus dilakukan secara sinergis mulai dari pemerintah pusat hingga di daerah.
Baca Juga:
Waspada, Inflasi Pangan di Bulan Ramadan“Peran paling utama pemerintah daerah mengendalikan harga yang sesuai mekanisme pasar, seperti harga pangan cabai rawit, ayam ras, dan beras ini yang harus kita kendalikan,” ucap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin (27/02/2023).
Tito mengatakan, kepala daerah bekerja sama dengan kepala daerah lainnya agar bisa menjaga stabilisasi harga pangan. Kepala daerah juga didorong untuk gencar menggelar rapat dan evaluasi agar bisa melihat secara mendalam hal-hal penyebab terjadinya inflasi.
“Kalau tak bisa satu minggu mungkin satu bulan sekali rapat tentang inflasi untuk melihat harga komoditas dan hal yang menyebabkan harga komoditas naik. Apalagi kalau bisa melakukan koordinasi untuk intervensi mengendalikan harga dengan satgas pangan,” kata Tito.
Baca Juga:
All Out Turunkan InflasiBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada empat komoditas pangan sebagai pemicu kenaikan inflasi pada minggu ke empat Februari 2023, yaitu beras, cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah. Jika dirinci kenaikan harga beras terjadi di 149 kabupaten/kota, cabai merah terjadi di 123 kabupaten/kota, minyak goreng di 117 kabupaten, dan bawang merah di 84 kabupaten/kota.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Puji Ismartini mengatakan, harga komoditas cabai merah juga yang berfluktuasi juga tinggi di 13 provinsi (79 kabupaten/kota). “Cabai merah merupakan komoditas yang fluktuasi harganya cukup signifikan selama minggu ke empat Februari 2023,” ucap Puji.
Dari sisi fluktuasi harga setelah cabai merah komoditas yang berfluktuasi harga adalah cabai rawit di 6 provinsi (54 kabupaten/kota), bawang merah di 6 provinsi (60 kabupaten/kota), bawang putih (3 provinsi /19 kabupaten/kota).
Secara nasional, kenaikan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan nilai Indeks Perkembangan Harga (IPH) 8,53%. Sedangkan penurunan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai IPH -7,24%.
Sebelumnya, pemerintah dan Bank Indonesia BI menyepakati lima langkah strategis untuk konsisten menjaga inflasi dalam kisaran 3,0%±1% pada tahun 2023. Lima langkah strategis ditempuh melalui penguatan koordinasi di tingkat pusat dan daerah adalah memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional; menjaga inflasi komponen volatile food, utamanya pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional, sehingga berada dalam kisaran 3,0% sampai 5,0%; memperkuat ketahanan pangan domestik melalui akselerasi implementasi program lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah; memperkuat ketersediaan data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi; dan memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

