Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi: Panen Raya Harus Bisa Jaga Keseimbangan Harga Gabah Petani

Penulis : Moh Said Mashur
11 Mar 2023 | 13:03 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo mengunjungi panen raya padi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2023). Dok Biro Pers Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo mengunjungi panen raya padi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2023). Dok Biro Pers Istana Kepresidenan

JAKARTA, Investor.id - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah dan Badan Pangan Nasional terus menjaga keseimbangan harga gabah nasional agar masih bisa memberikan keuntungan kepada para petani. Disampaikan Presiden Jokowi, hal terpenting dari aktivitas panen raya di sejumlah daerah di Indonesia adalah menjaga harga gabah kering panen (GKP) agar seimbang dan tetap menguntungkan para petani, kendati diakuinya hal itu bukanlah tugas yang mudah.

“Nanti badan pangan akan mengumumkan, bukan saya. Tapi yang paling penting jangan sampai jatuh di bawah biaya cost yang telah dikeluarkan oleh para petani. Itu aja yang paling penting. Karena ini panen raya, kalau gak dijaga, harganya pasti akan jatuh baik gabahnya maupun berasnya,” tegas Jokowi saat mengunjungi panen raya padi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2023).

Presiden berkunjung dengan didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Jokowi mengakui adanya perbedaan produktivitas petani antar daerah. Di Kartoharjo produktivitas petani juga berbeda-beda. Ada yang mencapai 10,5 ton per hektare, 8 ton per hektare, hingga paling kecil 5,5 ton per hektare. Meski demikian, menurutnya perbedaan tersebut baik untuk para petani.

ADVERTISEMENT

“Saya kira di setiap daerah memiliki kesuburan yang berbeda-beda, memiliki manajemen yang berbeda-beda, mengenai pengairan dan lain-lain. Sehingga menurut saya ini baik untuk petani,” kata Jokowi usai menyaksikan panen raya, dikutip dari Youtube Setpres, Sabtu (11/3/2023).

Jokowi juga mengajak para petani agar terus menjaga produktivitas. Petani diminta untuk tidak memberi jeda terlalu lama terhadap tanah pascapanen raya. “Tanah ini kan airnya masih ada, masih ada hujan. Setelah di panen jangan diberi jeda, langsung diolah lagi, tanam lagi, karena ini airnya masih ada,” ujarnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia