Jumat, 15 Mei 2026

Fitofarmaka Kunci Utama Kemandirian Industri Farmasi

Penulis : Harso Kurniawan
11 Mar 2023 | 15:31 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum IDI Adib Khumaidi di sela Seminar Series Fitofarmaka. (ist)
Ketua Umum IDI Adib Khumaidi di sela Seminar Series Fitofarmaka. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Fitofarmaka atau obat dari bahan alam yang telah teruji klinis dapat menjadi kunci utama kemandirian farmasi nasional. Namun, saat ini, masih belum banyak dokter yang meresepkan obat ini kepada pasien.

Oleh karena itu PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan PT Dexa Medica dan menyelenggarakan seminar series bertajuk "Seminar Fitofarmaka: Peran Dokter dalam Pemanfaatan Fitofarmaka Untuk Pelayanan Kesehatan".

Seminar ini dibuka oleh sambutan Ketua IDI Wilayah Jawa Barat Eka Mulyana, dilanjutkan dengan keynote speech dari Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi. Menurut Eka, pengembangan fitofarmaka sekaligus mendukung program pemerintah untuk mencapai kemandirian farmasi. Dokter sebagai profesi medis harus memahami bahwa fitofarmaka dapat diresepkan sesuai kondisi pasien.

Senada, Adib menegaskan, dokter memiliki peran penting agar fitofarmaka semakin banyak digunakan. “Yang paling penting adalah dukungan dari dokter Indonesia untuk kemudian kalau itu teruji klinis maka bisa diresepkan. Kalau sudah diresepkan, seharusnya dapat masuk fornas BPJS Kesehatan,” tutur Adib, dikutip dari siaran pers, Sabtu (11/3/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, obat berbahan alam di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok, yakni jamu yang berbasis empiris, obat herbal terstandar (OHT) yang sudah melalui proses uji pra-klinik, dan fitofarmaka yang sudah melalui uji pra-klinis dan juga uji klinis.  “Sekarang ada namanya OMAI atau obat modern asli Indonesia,”  kata Adib.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Ditjen Farmalkes Kemenkes Agusdini Banun Saptaningsih, narasumber di seminar itu, menyatakan, kala awal pandemi Covid-19 di Indonesia, stok bahan baku obat yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan 4-5 bulan. Kondisi tersebut kemudian menyadarkan pemerintah untuk mendorong kemandirian farmasi di Indonesia, salah satunya melalui pengembangan OMAI Fitofarmaka. “Sedihnya, baru 22 item yang mempunyai izin edar fitofarmaka,” ungkap Agusdini.

Agusdini mendorong dokter tak perlu ragu meresepkan OMAI ke pasien. Hal ini karena Kemenkes telah merilis Formularium Fitofarmaka.

Ketua Umum Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia (PDHMI) Slamet Sudi Santoso menilai, peluang pengembangan Fitofarmaka sangat besar. Saat ini, sudah banyak regulasi yang mendukung pengembangan Fitofarmaka.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 Pasal 3, pemerintah bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan tradisional dengan memberikan kepastian hukum bagi pengguna dari pemberi pelayanan kesehatan tradisional,” tutur Slamet.

Menurur dia, obat tradisional dalam regulasi di Indonesia merujuk pada obat-obatan dari bahan alam. Padahal pengembangan obat berbahan alam saat ini sudah dilakukan dengan teknologi modern. “Dexa Medica sudah mengembangkan OMAI,” imbuh dia.

Director of Research and Business Development Dexa Group Raymond memaparkan, obat berbahan alam harus memiliki standar dan teruji, baik secara klinis maupun pra-klinis. Dexa Group telah menerapkan teknologi modern dalam pengembangan OMAI.

"Kami harus memastikan aspek keamanan OMAI. Badan POM sudah memiliki pharmacovigillance, sehingga bisa memonitor aspek keamanan dari OMAI," ungkap Prof. Raymond.

Dia mencontohkan, produk OMAI Redacid yang mampu membantu mengatasi masalah lambung. Redacid juga masuk dalam Formularium Fitofarmaka yang diluncurkan Kementerian Kesehatan pada tahun 2022.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia